Mengenal Daun Gatal, Obat Tradisional Papua Penghilang Pegal
Tanaman endemik Papua ini memiliki bentuk daun runcing dan pangkal membulat, warna daun hijau tua.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sorong/foto/bank/originals/20230226_daun-gatal.jpg)
TRIBUNSORONG.COM, SORONG - Masyarakat Papua memiliki sebuah kearifan lokal berupa pengobatan tradisional yang cukup unik yaitu menggunakan daun gatal.
Layaknya berbagai wilayah di Papua dan Papua Barat, Kota Sorong juga memiliki tanaman khas tersebut yang dijual di sepanjang Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Remu Utara, Distrik Sorong Utara.
Rita Krimadi (49) satu di antaranya. Ia menyebut, satu dari sejumlah dagangan lokal paling dicari adalah daun gatal.
“Obat tradisional asal Papua ini tidak hanya digunakan sebagai terapi lelah, namun juga sebagai pengobatan Malaria," katanya kepada TribunSorong.com, Sabtu (25/2/2023).
Tanaman endemik Papua ini memiliki bentuk daun runcing dan pangkal membulat, warna daun hijau tua.
Daun gatal tumbuh alami di hutan Papua dari famili Urticaceae yang memiliki duri halus pada permukaan daun.
Penggunaan pengobatan alami ini cukup mudah, yakni ditepuk pada bagian tubuh terutama bagian pundak, punggung, maupun pinggang.
Efek yang ditimbulkan, badan terasa gatal serta muncul bintik merah yang perih.
Kondisi tersebut bukanlah efek samping dari penggunaan herbal tersebut melainkan reaksi dari pengobatannya.
Reaksi dari tumbuhan Papua ini akan bekerja 5-7 menit setelah digunakan.
Tubuh akan terasa pulih dari lelah dan pegal sesudah tumbuhan asal Indonesia timur bereaksi.
Selain Papua, spesial tanaman ini juga dapat di temukan pada daerah tropis lainnya baik Sumatera dan Jawa bahkan sampai Benua Afrika. (tribunsorong.com/misael membilong)