Dua Ogoh-ogoh Diarak Keliling Aimas

Dimulai dari Pura Kampung Kerukunan Aimas hingga ke Alun-alun Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya.

Penulis: Taufik Nuhuyanan | Editor: Milna Sari
Dua Ogoh-ogoh Diarak Keliling Aimas - 20230321_ogoh-ogoh-aimas.jpg
Taufik Nuhuyanan
Ogoh-ogoh warga Kampung Kerukunan Aimas, Kabupaten Sorong.
Dua Ogoh-ogoh Diarak Keliling Aimas - 20230321_ogoh-ogoh-aimas-Sorong.jpg
Taufik Nuhuyanan
Ogoh-ogoh Kampung Kerukunan Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya.

TRIBUNSORONG.COM, AIMAS - Ogoh-ogoh menyambut Hari Raya Nyepi 2023 tahun baru saka 1945 dari warga Kampung Kerukunan Aimas diarak berkeliling.

Dimulai dari Pura Kampung Kerukunan Aimas hingga ke Alun-alun Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya.

"Patung ogoh-ogoh ini di arak keliling Aimas dulu sebelum akhirnya nanti di bakar," ujar Romo Mangku Pande Putus Danu, kepada TribunSorong.com, Selasa (21/3/2023).

Patung Ogoh-ogoh sendiri melambangkan gordah atau roh-roh jahat yang yang dipanggil dan menempati patung yang nantinya akan dibakar.

Terdapat patung ogoh-ogoh besar dan yang kecil, semua itu dikenal sebagai Boto Kolo dalam bahasa Jawa.

Nantinya Boto Kolo dipanggil arwahnya, lalu dikasih makan, terakhir dibakar agar tidak menganggu aktivitas manusia, dalam kepercayaan orang Hindu.

"Jadi yang dibakar itu patung ogoh-ogoh yang melambang sifat kejahatan manusia tersebut, karena kita manusia ini hidup berdampingan dengan mahkluk gaib," ujarnya.(tribunsorong.com/taufik nuhuyana)

Sumber: TribunSorong
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved