Guru Honorer di Maybrat Disebut Tak Dipedulikan, Ini Jawaban Kepala Dinas Pendidikan
Ia mengatakan pemerintah pusat telah memberikan kontribusi yang cukup besar di sekolah YPK maupun YPPK.
Penulis: Paulus Pulo | Editor: Milna Sari
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sorong/foto/bank/originals/20230317_sosialisasi-rpp-maybrat.jpg)
TRIBUNSORONG.COM, AYAMARU - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Maybrat Kornelius Kambu merespons mengenai guru honorer di sekolah Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) dan Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK) yang dinilai tak dipedulikan.
Ia mengatakan pemerintah pusat telah memberikan kontribusi yang cukup besar di sekolah YPK maupun YPPK.
Kontribusi yang diberikan antara lain, dengan menitipkan para guru di sekolah tersebut.
Persoalannya, kata Kornelius, terletak pada kepala sekolah dan bagian penginputan atau operator sekolah.
Sebab, jika kepala sekolah tidak memperhatikan hal tersebut maka nasib para guru tidak akan diperhatikan.
"Kepala sekolah harus melakukan pengawasan terhadap operator sekolah yang melakukan penginputan data base para guru di masing-masing sekolah. Jika dilakukan pengawasan maka guru- guru honorer yang mengabdi di sekolah tersebut pasti dilakukan penginputan," ujar Kornelius, Jumat (24/3/2023)..
Kepala sekolah harus mendata dan mengakomodir guru honorer di sekolah tersebut.
Setelah didata, maka data yang telah diinput akan ditarik oleh dinas pendidikan, dan akan muncul nama guru tersebut di kementerian.
"Kalau didata secara baik, maka akan muncul nama guru tersebut di Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK). Setelah data tersebut muncul maka dinas pendidikan akan menarik dan melakukan verifikasi faktual," ujarnya. (tribunsorong.com/paulus pulo)