Wisata Kabupaten Sorong
Rumah Etnik Papua, Destinasi Wisata Budaya dan Edukasi di Kabupaten Sorong
Tarif masuk ke Rumah Etnik Papua untuk umum dibanderol Rp10.000 anak-anak dan dewasa 20.000 rupiah per orang.
Penulis: Taufik Nuhuyanan | Editor: Jariyanto
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sorong/foto/bank/originals/20230414_rumah-etnik-papua-di-kabupaten-sorong.jpg)
TRIBUNSORONG.COM, AIMAS - Rumah Etnik Papua menjadi alternatif tempat wisata di Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya.
Tempat yang diresmikan pada 23 Juni 2021 itu beralamat di Jalan Raya Aimas-Klamono, Kilometer 21, Distrik Malawili.
Baca juga: Festival Egek Malaumkarta Digelar Juni, Ini Sejarahnya
Tarif masuk ke Rumah Etnik Papua untuk umum dibanderol Rp10.000 anak-anak dan dewasa 20.000 rupiah per orang.
Adapun buat keperluan pendidikan Rp25.000, penelitian umum Rp50.000, foto prawedding Rp150 ribu, serta Rp 250 ribu buat pembuatan film atau iklan.
Baca juga: Foto-foto Pulau Um, Pulau Kelelawar nan Eksotis Destinasi Unggulan Malaumkarta Sorong
Selain itu melayani juga sewa pakaian adat Papua sebesar 50.000 rupiah.
Perwakilan Pengelola Rizal Krey mengatakan, Rumah Etnik Papua selain sebagai tempat wisata juga sebagai tempat belajar, termasuk juga menari.
Baca juga: Kenalan dengan Satwa Dilindungi di Taman Burung Aimas, Rekomendasi Pariwisata di Papua Barat Daya
Selain terkenal dengan ragam rumah etniknya, di rumah etnik Papua juga menyediakan suvenir-suvenir khas, seperti pakaian adat, noken, kalung, tifa, gelang, dan lainnya.
"Rumah Etnik Papua sering dikunjungi turis-turis mancanegara, seperti dari Jerman, Arab Saudi, Australia, dan Afrika," ujar Rizal Krey kepada TribunSorong.com, Kamis (13/4/2023).
Baca juga: Tak Punya Cendrawasih dan Nuri, Wisatawan Mancanegara Sering Keluhkan Ini di Taman Burung Aimas
Wisatawan mancanegara yang berkunjung umumnya ingin mengenal dan melihat keunikan yang disuguhkan di Rumah Etnik Papua.
Di tempat ini ada berbagai macam rumah adat, antara lain Honai dari Wamena, Kaki Seribu dari Suku Arfak Manokwari, serta Rumah Korowai dan Rumsram dari Suku Biak.
“Keberadaan rumah etnik ini juga sebagai wadah anak-anak dan generasi muda Papua semakin mengenal tentang budayanya,” ujar Rizal Krey. (tribunsorong.com/taufik nuhuyanan)