Hardiknas di Kota Sorong
Lahirkan Kepala Daerah Hingga Puteri Indonesia, Tiga Kunci Pendidikan SMA Agustinus Sorong
Sejak awal didirikan, SMA YPPK Agustinus Kota Sorong mengemban tiga prinsip yakni disiplin, kekeluargaan dan mutu.
Penulis: Safwan | Editor: Milna Sari
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sorong/foto/bank/originals/20230502_hardiknas-YPPK.jpg)
TRIBUNSORONG.COM, SORONG - Sekolah Menengah Atas (SMA) YPPK Agustinus Kota Sorong, Papua Barat Daya, merupakan sebuah lembaga pendidikan di bawah Keuskupan Manokwari-Sorong.
SMA YPPK Agustinus Sorong didirikan pada 1979 silam yang diprakarsai oleh Uskup Manokwari Sorong pertama yakni Sejak awal didirikan, SMA YPPK Agustinus Kota Sorong mengemban tiga prinsip yakni disiplin, kekeluargaan dan mutu.Mgr Petrus Van Diepen.
Hal tersebut dijelaskan Kepala Sekolah SMA YPPK Agustinus Kota Sorong Sekolastika A Witanti di Sorong.
"Pada 1979 SMA YPPK Agustinus berdiri di Kota Sorong, didirikan dan telah melahirkan ribuan alumni," ujar Witanti kepada TribunSorong.com, Selasa (2/5/2023).
Baca juga: Siswa SMA YPPK Agustinus Sorong Diminta Santun dan Hargai Budaya, Ada Apa?
Selama 44 tahun, SMA YPPK Agustinus Kota Sorong telah melahirkan 42 angkatan yang kini terdistribusi di sejumlah bidang.
Para alumni kini berada di dunia usaha, Puteri Indonesia, Pemerintahan, Kesehatan, Praktisi Hukum, Kepala Daerah dan Anggota DPR RI.
"Kita sudah punya 42 angkatan dan kini berada di dunia usaha, kepala daerah, dunia kesehatan, DPR RI dan lainnya," tuturnya.
Setiap anak yang mengenyam pendidikan di SMA YPPK Agustinus Sorong, dituntut agar dapat mengimplementasikan tiga nilai yakni disiplin, kekeluargaan dan mutu.
Pertama, setiap siswa sejak dini dilatih agar menghargai waktu dan berdisiplin saat berada di lingkungan SMA Agustinus.
Sejak pukul 07.00 WIT, seluruh siswa telah ada di lapangan apel, doa pagi, literasi dan selanjutnya masuk ke ruangan agar melaksanakan proses belajar mengajar.
Kedua, anak-anak yang berada di SMA Agustinus Sorong tidak hanya diperkuat terkait intelektual semata.
Namun, para siswa siswi di SMA Agustinus Sorong pun diajarkan dari segi emosinya dan nilai rasa dari setiap anak.
Ketiga, anak-anak di SMA Agustinus Kota Sorong diajak agar menjalin silaturahmi serta kekeluargaan antar sesama.
Setiap siswa diajak agat menjaga silaturahmi baik antar sesama anak dan bahkan dengan guru di SMA tersebut.
"Kami ingin kekeluargaan yang dibangun mulai dari siswa, guru, orang tua, hingga alumni tetap dijaga," jelasnya.
Witanti berharap, momentum ini seluruh para guru, alumni dan siswa dapat menjaga tiga nilai dasar.(tribunsorong.com/safwan)