Literasi Papua Selatan
Anak Tidak Sekolah di Papua Selatan Terbanyak Ketiga se Indonesia
Data itu diambil dari hasil asesmen ATS yang dilakukan lembaga United Nations International Children's Emergency Fund (Unicef) Papua.
Penulis: AMALIA PURNAMA SARI | Editor: Milna Sari
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/15042023-literasi_anak_papua-1.jpg)
TRIBUNSORONG.COM - Provinsi Papua Selatan berada di masuk tiga besar jumlah Anak Tidak Sekolah (ATS) se Indonesia.
Data itu diambil dari hasil asesmen ATS yang dilakukan lembaga United Nations International Children's Emergency Fund (Unicef) Papua.
Hal itulah yang mendasari Yayasan Berkat Lestari berkolabirasi bersama Unicef Papua memberikan stimulan guna menurunkan angka ATS di Provinsi Papua Selatan.
Baca juga: 5 Bulan Gaji Guru PPPK Tersendat, Pj Gubernur Papua Barat Daya: Kepala Daerah Harus Kreatif
Yayasan ini bergerak pada bidang pendidikan dan pemenuhan hak-hak anak.
"Mengetahui besarnya jumlah anak tidak sekolah tersebut yang datang dari manapun studinya, kita berusaha menggandeng pemerintah daerah dalam hal ini provinsi Papua Selatan, apa yang bisa kita lakukan, " ucap Direktur Yayasan Berkat Lestari Dwi Utari, saat diwawancarai TribunSorong.com, Rabu (17/5/2023).
Baca juga: Kadis Pendidikan Kornelius Kambu, Kami Sebagai Staf Siap Dukung Pj.Bupati Maybrat Tuntaskan Literasi
Kolaborasi lintas sektor yang dilakukan tersebut diharapkan dapat menggerakkan pemerhati pendidikan lainnya untuk membangun dunia pendidikan di Provinsi Papua Selatan.
"Kerja sama kami bersama Unicef Papua, intervensinya bukan hanya mendata anak lalu mengembalikan ke sekolah, tetapi melihat akar permasalahan apa yang membuat anak tersebut tidak sekolah," ungkapnya.
Mencari sumber permasalahan anak tidak sekolah dan menyikapi secara bersama-sama, juga akan dilakukan kepada anak sekolah berkebutuhan khusus agar pendidikan menjadi hak semua anak, dan bukan hanya untuk anak tertentu.
Baca juga: Diikuti Tujuh Kampus, Unimuda Sorong dan Unicef Gelar Pelatihan Literasi Pendidikan Insklusif
Sejumlah program akan dilakukan agar masyarakat sadar bahwa ank bersekolah itu penting, karena anak-anak adalah generasi penerus Papua Selatan.
"Kolaborasi berkesinambungan perlu dilakukan secara bersama-sama, tidak bisa hanya Yayasan kami saja, masing-masing pihak yang punya kepedulian terhadap anak untuk berkolabirasi," tutupnya. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribun-Papua.com dengan judul "Provinsi Papua Selatan Urutan 3 Anak Tidak Sekolah di Indonesia"