Sorong Terkini
Kota Sorong Rentan Tsunami dan Gempa Ini yang Dilakukan BMKG
Kegiatan ini berlangsung selama dua hari (6-7 Juni 2023) bertempat di hotel Rylich Panorma, kota Sorong, Papua Barat Daya.
Penulis: Petrus Bolly Lamak | Editor: Milna Sari
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sorong/foto/bank/originals/20230606_Badan-Meterologi-Klimatologi-dan-Geofisika-stasiun-Geofisika-Sorong.jpg)
TRIBUNSORONG.COM, SORONG - Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika stasiun Geofisika Sorong mengelar sekolah lapang gempabumi.
Kegiatan ini berlangsung selama dua hari (6-7 Juni 2023) bertempat di hotel Rylich Panorma, kota Sorong, Papua Barat Daya.
Sekolah lapang gempabumi resmi dibuka oleh Pelaksana tugas (Plt) Sekda kota Sorong Ruddy Laku.
Baca juga: Gempa M 7,2 Kedalaman 90 Km Guncang Papua Nugini, BMKG: Belum Ada Laporan Kerusakan di Jayapura
Dalam sambutannya, Ruddy Laku menyampaikan kegiatan ini sebagai salah satu motivasi bagi masyarakat kota Sorong untuk mengetahui kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi gempabumi dan tsunami.
Pemerintah selalu menyambut baik kegiatan-kegiatan positif yang diberikan sebagai suatu ilmu pengetahuan tambahan untuk mengetahui potensi gempabumi.
Baca juga: Warga Kampung Baru Kota Sorong Belajar Mitigasi Tsunami, Ada Apa?
"Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa provinsi papua barat daya secara khususnya di kota sorong juga merupakan salah satu daerah yang rawan akan gempabumi dan tsunami. oleh karena itu, kami sangat mendukung penuh pelaksanaan kegiatan ini," kata Ruddy Laku kepada TribunSorong.com.
"Semoga apa yang dibahas hari ini bersama mereka para narasumber bisa memberikan masukan positif terhadap masyarakat dalam menghadapi bahaya bencana gempabumi dan tsunami," ujarnya menambahakan.
Ruddy Laku mengingatkan kepada seluruh masyarakat bahwa upaya mitigasi bencana gunaka menekan serendah-rendahnya kemungkinan kerugian akibat bencana.
Pentingnya kesiapsiagaan pemerintah kota Sorong dan segenap stakeholder, serta masyarakat agar menghadapi bencana alam maupun perubahan iklim.
"Kami juga sangat mengharapkan sekolah bencana ini menjadi role model dalam mengantisipasi bencana dan berharap berlanjut dilakukan secara berkala di seluruh wilayah yang potensi terjadi gempabumi bahkan tsunami," ucapnya.
(tribunsorong.com/petrus bolly lamak)