Sorong Terkini
Pansus Otsus Minta Gubernur Penuhi Kebutuhan Orang Papua
Sebab otsus tidak lahir begitu saja, namun lahirnya banyak melalui proses yang begitu panjang bahkan proses yang banyak menelan jiwa dan raga manusia.
Penulis: Taufik Nuhuyanan | Editor: Milna Sari
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sorong/foto/bank/originals/20230612_Ketua-Pansus-Otonomi-Khusus-Papua-Komarudin-Watubun.jpg)
TRIBUN SORONG.COM, AIMAS - Ketua pansus otonomi khusus (otsus) Papua Komarudin Watubun mengatakan jika bicara tentang otsus berarti bicara tentang peristiwa kenegaraan dan peristiwa kebangsaan.
Sebab otsus tidak lahir begitu saja, namun lahirnya banyak melalui proses yang begitu panjang bahkan proses yang banyak menelan jiwa dan raga manusia.
Baca juga: PPP Sebut Dana Otsus Belum Maksimal di Kabupaten Sorong
"Jika kita lihat sejarah otsus ini sudah ada sejak Papua bergabung dengan Republik Indonesia, jadi otsus sesungguhnya sudah diberikan sejak zaman kepresidenan Soekarno yang dulu terkenal dengan mata uang IRB," ujar Komarudin kepada awak media, Senin (12/6/2023).
Lanjutnya, berawal dari bung Karno ke pak Harto ada pemberlakuan daerah operasi militer itulah yang menyebabkan lahir lagi otonomi pada Tahun 1921.
Baca juga: Pemkab Sorong Bakal Cetak 15.000 Buku UU Otsus lalu Disebar ke Kampung-kampung, Ini Tujuannya
Sehingga diadakannya sosialisasi Undang-Undang Otonomi khusus ini dapat di pahami betul oleh generasi muda dan Anggota DPRD Kota/Kabupaten karena lahirnya Otsus dibayar dengan darah dan nyawa Manusia.
"Olehnya itu harus ada penyetujuan yang dicapai, ketika ada 3 Pj Gubernur di wilayah Papua, Papua Pegunungan dan Papua Selatan ketemu saya sebelum dilantik, saya hanya berpesan jangan Korupsi, dengarkan apa yang jadi kebutuhan orang Papua lalu penuhi," tuturnya.
Melalui Sosialisasi Undang-Undang Otonomi khusus dan nantinya dibagikan kitab suci UU Otsus ini ke kampung-kampung yang ada di Kabupaten Sorong, dapat menambah pengetahuan masyarakat khususnya orang asli papua (OAP) tentang Otonomi Khusus.
"Soal Otsus kita harus terbuka dengan masyarakat, mohon maaf jika anda tersinggung tidak apa-apa, karena soal Otsus saya tidak kompromi, sebab regulasi yang bagus harus dikerjakan oleh pejabat daerah yang bagus pemimpinya, pemimpin yang memiliki hati nurani untuk bangun Papua," pungkasnya.
(tribunsorong.com/taufik nuhuyanan)