Menghidupkan Asa Literasi Maybrat Bersama Rumah Pintar Atmatu
Sejalan dengan program literasi itu Rumah Pintar Atmatu Maybrat turut menghidupkan asa literasi di Kabupaten Maybrat.
Penulis: Ilma De Sabrini | Editor: Milna Sari
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sorong/foto/bank/originals/20230831_Pendiri-Rumah-Pintar-Atmatu.jpg)
TRIBUNSORONG.COM, SORONG - Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BPPB) Kemendikbudristek memiliki tiga program prioritas. Tiga program tersebut adalah literasi, revitalisasi bahasa daerah, internasionalisasi Bahasa Indonesia.
Sejalan dengan program literasi itu Rumah Pintar Atmatu Maybrat turut menghidupkan asa literasi di Kabupaten Maybrat.
Rumah Pintar Atmatu dikelola oleh Amus Atkana yang merupakan seorang advokat. Dia merupakan seorang praktisi pegiat literasi di Maybrat.
Baca juga: Kanwil Kementerian Agama Papua Barat Soroti Kasus 3 Santriwati Disetubuhi Pimpinan Ponpes
“Hidup yang berarti adalah hidup yang berdampak. Saya bersama istri saya, kami merintis sebuah komunitas namanya komunitas rumah belajar yang berkembang di Kabupaten Maybrat. Namanya Rumah Pintar Atmatu,” kata Pendiri Rumah Pintar Atmatu Amus Atkana kepada Tribunsorong.com melalui sambungan telepon, Kamis (31/8/2023).
Amus Atkana menjelaskan bahwa Rumah Pintar Atmatu memiliki enam program utama untuk masyarakat Maybrat. Enam program tersebut adalah rumah belajar, kejar paket A atau paket B, rumah gizi, rumah sehat, rumah hijau, dan taman baca masyarakat.
Sudah lebih dari dua tahun dia mendirikan rumah belajar tersebut dengan swadaya. Dia mengatakan bahwa pihaknya belum mendapat bantuan secara rutin dari pemerintah.
“Kami tidak ada dana dari pemerintah. Dana dari kami sendiri, dana pribadi kami untuk membangun pendidikan di Maybrat,” ucapnya.
Dia mengatakan apabila ada para dermawan ataupun relawan yang ingin membantu Rumah Pintar Atmatu dengan tangan terbuka akan menerima.
Dia menjelaskan dalam rumah belajar yang dia kelola terdapat pembagian kategori kelompok belajar. Ada tiga kategori berdasarkan rantang umur 2 -8 tahun , 8-15 tahun, dan 15- ke atas.
Dia mengatakan bahwa saat ini ada 150 murid yang berada dalam naungan Rumah Pintar Atmatu. Murid-murid tersebut kebanyakan masih duduk di sekolah dasar (SD).
Dia mengungkapan satu dari sekian kegelisahannya kepada Tribunsorong.com.
Dia mentakan bahwa sudah dua tahun dia membuka program penyetaraan ijazah, tetapi belum ada yang mendaftar hingga saat ini.
Dia mengungkapkan masyarakat Kabupaten Maybrat masih harus terus dipacu semangat belajar dan literasinya.
“Solusinya adalah meningkatkan literasi di masyarakat. Bisa dimulai dengan memacu diri rajin membaca. Dengan membaca kita bisa melihat dunia yang lebih luas dan berpikir kritis,” ucapnya.
Sebagai informasi, Penjabat (Pj) Bupati Maybrat Bernhard E Rondonuwu sangat mendukung kegiatan literasi.
Saat Tribunsorong.com memberitahu mengenai keberadaan Rumah Pintar Atmatu ini, Bernhard Eduard Rondonuwu memberikan respon positif dengan mengirimkan tautan dukungan terhadap konsisi literasi di Maybrat.
(tribunsorong.com/ilma de sabrini)