Pemerintah Kabupaten Sorong
Kepala Perpusnas RI Dorong Pemda di Papua Digitalisasi Perpustakaan Daerah
Kepala Perpusnas RI Muhammad Syarif Bando meresmikan aplikasi sistem informasi perpustakaan digital terpadu (Si Pegiat).
Penulis: Taufik Nuhuyanan | Editor: Ilma De Sabrini
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sorong/foto/bank/originals/20231107_Perpustakaan-digital-pemkab-Sorong.jpg)
TRIBUNSORONG.COM, AIMAS - Kepala Perpustakaan Nasional RI Muhammad Syarif Bando meresmikan aplikasi sistem informasi perpustakaan digital terpadu (Si Pegiat) di Perpustakaan Umum Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, Selasa (7/11/2023).
Syarif Bando mengatakan secara regulasi Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI saat ini tengah mendorong seluruh pemerintah kabupaten/kota se-Indonesia bertransformasi ke arah digital termasuk pemerintah daerah di tanah Papua.
"Sesuai dengan perintah Pak Presiden kepada saya bahwa perhatikan kebutuhan masyarakat detik per detik, menit per menit, karena akan terus berubah bagaimana masyarakat mengkonsumsi informasi melalui media digital," kata Muhammad Syarif Bando, Kabupaten Sorong, Selasa (7/11/2023).
Baca juga: Luncurkan Perpustakaan Digital Si Pegiat, Pemkab Sorong Mudahkan Akses Pembaca
Baca juga: Resmikan Perpustakaan Daerah Kota Sorong, Septinus Lobat Dorong Digitalisasi Buku
Dia mengatakan saat ini pihaknya terus mendigitalkan buku-buku supaya mempermudah masyarakat dalam membaca.
Selain itu, Perpusnas juga akan membantu pemerintah Kabupaten Sorong dengan memberikan sebuah unit mobil Perpustakaan dan juga menyediakan pojok baca berbasis digital di Perpustakaan Umum Kabupaten Sorong.
Syarif Bando mengatakan tidak dapat dipungkiri bahwa masyaraka lebih banyak menggunakan digital, sehingga Si Pegiat dapat menjadi alternatif masyarakat sebagai tempat rujukan bacaan.
Baca juga: Buku Kabupaten Sorong Rumah Kebhinekaan akan Hadir di Perpustakaan
"Di era transformasi digital ini maka paradigma yang dibangun atau yang digagas oleh Perpustakaan Nasional saat ini bahwa Perpustakaan harus menjangkau masyarakat, bukan masyarakat yang menjangkau Perpustakaan,"katanya.
Dia menerangkan bahwa dengan digitalisasi terdapat sisi positif yakni biaya lebih rendah, tak terbatas jarak dan waktu.
Oleh karena itu, menurutnya semua harus bertransformasi ke digital demi mempermudah semua layanan termasuk membaca.
"Kita juga akan terus membantu Pemerintah Kabupaten Sorong terus mendorong digitalisasi ini, sehingga nantinya di tahun 2024 nanti kami akan adakan pojok baca digitalisasi di Perpustakaan Umum Kabupaten Sorong ini, selain itu juga kami berikan satu buah unit mobil Perpustakaan," ucapnya. (tribunsorong.com/taufik nuhuyanan)