Jumat, 12 Juni 2026

Lewat Pemberdayaan Perempuan, PNM dan KPPA Jaga Kesehatan Mental Anak di Bajawa

Kolaborasi PNM dan KPPA tingkatkan ketahanan keluarga lewat pemberdayaan perempuan dan edukasi pentingnya menjaga kesehatan mental anak di Bajawa.

Tayang:
Editor: Content Writer
zoom-inlihat foto Lewat Pemberdayaan Perempuan, PNM dan KPPA Jaga Kesehatan Mental Anak di Bajawa
Istimewa
PNM UNTUK UMKM - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Republik Indonesia menghadirkan kegiatan pemberdayaan di Bajawa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur. Salah satunya berupa dukungan pengembangan klaster usaha buah pala yang dikelola oleh UMKM setempat. 

TRIBUNSORONG.COM - Kesehatan mental anak menjadi perhatian bersama yang semakin penting untuk dibicarakan, terutama oleh lingkungan terdekat mereka, yaitu keluarga.

Data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat sepanjang 2023 hingga 2025 terdapat 116 kasus pengakhiran hidup pada anak usia 10 hingga 18 tahun, dengan kasus terbanyak berada pada rentang usia 13 hingga 17 tahun. 

Angka ini menjadi pengingat bahwa anak-anak dan remaja membutuhkan ruang yang aman untuk didengar, ditemani, dan dipahami, terlebih saat mereka melewati masa transisi penting dari SD ke SMP maupun dari SMP ke SMA. Di masa seperti ini, dukungan orang tua, pola asuh yang hangat, serta lingkungan yang bebas dari perundungan menjadi bagian penting dalam menjaga tumbuh kembang anak.

Melihat pentingnya peran keluarga dalam mendampingi anak, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Republik Indonesia menghadirkan kegiatan pemberdayaan di Bajawa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur.

Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan bagi keluarga, khususnya para ibu, untuk bersama-sama memahami pentingnya kesehatan mental anak dan peran orang tua dalam mendampingi mereka. Tidak hanya melalui edukasi pengasuhan, kegiatan ini juga menghadirkan pemeriksaan kesehatan gratis serta aktivitas belajar informal bagi anak-anak, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih dekat oleh keluarga dan masyarakat sekitar.

Baca juga: PNM Dorong Pemberdayaan Berkelanjutan lewat Penyaluran Pakaian, Buku, dan Penanaman 27.000 Pohon

Selain menyentuh aspek sosial, kegiatan ini juga diarahkan untuk mendukung kemandirian ekonomi perempuan prasejahtera. Di Bajawa, PNM turut mendorong pengembangan klaster usaha buah pala sebagai salah satu potensi lokal yang dapat menjadi sumber pendapatan masyarakat.

Melalui pendampingan, pembiayaan, dan pelatihan usaha, perempuan di wilayah tersebut diharapkan memiliki kesempatan yang lebih luas untuk mengembangkan keterampilan, memperkuat usaha ultra mikro, dan membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga secara berkelanjutan.

Direktur Utama PNM, Kindaris, menyampaikan bahwa pemberdayaan perempuan tidak hanya berdampak pada ekonomi keluarga, tetapi juga pada cara anak-anak tumbuh dan didampingi. Ketika seorang ibu memiliki akses terhadap pengetahuan, dukungan, dan peluang usaha, ia dapat menjadi fondasi yang lebih kuat bagi keluarga.

"PNM percaya perempuan yang berdaya dapat membawa perubahan baik di rumah maupun di lingkungan sekitarnya. Melalui kolaborasi ini, kami ingin mendukung para ibu agar semakin mandiri, sekaligus lebih memahami pentingnya pola asuh yang penuh perhatian. Kesehatan mental anak adalah tanggung jawab bersama, dan setiap anak berhak tumbuh dalam ruang yang aman, sehat, dan penuh empati,” ujar Kindaris.

Baca juga: Dari Sabang hingga Merauke, Pendampingan PNM Jadi Ruang Tumbuh Usaha Ibu-Ibu Prasejahtera

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved