Pendidikan di Kabupaten Sorong
Operator Dapodik Disebut Jantung Sekolah, Dispendikbud Sorong Gelar Bimtek
Peran operator Dapodik sangat krusial dan menjadi tantangan besar bagi sekolah.
Penulis: Aldy Tamnge | Editor: Petrus Bolly Lamak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sorong/foto/bank/originals/20251210_sdfb.jpg)
TRIBUNSORONG.COM, AIMAS - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Sorong menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Operator Dapodik Sekolah Tahun 2025 di Aimas Hotel, Jalan Sorong-Klamono, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, Rabu (10/12/2025).
Sekretaris Dispendikbud Kabupaten Sorong Jonathan Simaela mengatakan, peran operator Dapodik sangat krusial dan menjadi tantangan besar bagi sekolah.
“Kenapa saya bilang menjadi tantangan? Karena operator sekolah merupakan jantungnya sekolah. Kalau jantung tidak memompa darah dengan baik ke seluruh tubuh, maka ada yang salah,” ujarnya.
Baca juga: Kendaraan Hias Ramaikan Karnaval Santa Claus, Pemkab Sorong Siapkan Hadiah untuk Pemenang
Ia bilang, seluruh kegiatan administrasi pendidikan di sekolah berpatokan pada Dapodik.
Pihaknya baru saja menerima hasil penyegaran dari BPK yang menemukan bahwa sejumlah kepala sekolah belum mengesahkan operator Dapodik di sekolah masing-masing.
Kondisi tersebut membuat beberapa operator harus menangani lebih dari dua sekolah.
“Ini terjadi karena keadaan, bukan karena keterbatasan. Misalnya di Sanggeduk, guru hanya dua orang. Siapa yang mau jadi operator dan siapa yang mau mengajar di kelas?” ucapnya.
Ia menambahkan, pekerjaan operator juga membutuhkan akses jaringan internet yang memadai untuk mendukung proses pendataan dan administrasi sekolah.
Ia berharap para peserta dapat memaksimalkan waktu selama bimtek berlangsung.
Jonathan menyebut, bimtek menghadirkan narasumber dari Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, serta unsur terkait lainnya.
Kegiatan ini diikuti oleh operator sekolah dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Sorong. (tribunsorong.com/aldy tamnge)