Hari Amal Bakti
Kampung Kerukunan di Sorong, Bukti Toleransi di Papua Barat Daya Bukan Sekadar Jargon
Pentingnya memperkuat kerukunan umat beragama sebagai fondasi utama pembangunan daerah.
Penulis: Taufik Nuhuyanan | Editor: Petrus Bolly Lamak
TRIBUNSORONG.COM, SORONG - Wakil Gubernur Papua Barat Daya Ahmad Nausrau menegaskan pentingnya memperkuat kerukunan umat beragama sebagai fondasi utama pembangunan daerah.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, kami mengucapkan dirgahayu ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI),” katanya usai pimpin apel di Alun-alun Aimas, Kabupaten Sorong, Senin (5/1/2026).
Menurutnya, Hari Amal Bakti (HAB) adalah momentum refleksi atas peran besar Kemenag dalam menjaga persatuan, toleransi, dan keharmonisan bangsa,” ujar Ahmad Nausrau.
Baca juga: Refleksi 80 Tahun HAB Kemenag: Menilik Potensi Pendidikan Keagamaan di Pelosok Papua Barat Daya
Kerukunan umat beragama tidak boleh dimaknai sekadar sebagai ketiadaan konflik.
Kerukunan harus diwujudkan melalui kontribusi nyata umat beragama dalam pembangunan bangsa dan negara.
“Kerukunan bukan hanya soal hidup damai, tetapi bagaimana umat beragama berkontribusi aktif dalam pembangunan,” katanya.
Papua Barat Daya memiliki kearifan lokal kuat dalam menjaga harmoni antarumat beragama.
Filosofi satu tungku, tiga batu yang hidup dalam masyarakat Papua menjadi landasan kokoh dalam merawat toleransi dan persaudaraan lintas iman.
“Filosofi ini mengajarkan bahwa perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk saling menopang,” ujarnya.
Ia mencontohkan keberadaan Kampung Kerukunan di Kabupaten Sorong sebagai wujud nyata toleransi dalam kehidupan sehari-hari.
Baca juga: Wagub Papua Barat Daya Ahmad Nausrau Pimpin Upacara Hari Amal Bakti Ke-80 Kemenag di Aimas
Kampung tersebut dihuni warga dari lima agama yakni Islam, Kristen, Hindu, Buddha, dan Konghucu, hidup berdampingan secara harmonis.
“Kampung Kerukunan membuktikan bahwa toleransi bukan sekadar jargon, tetapi nyata dalam kehidupan masyarakat,” jelasnya.
Lembaga pendidikan di bawah naungan Kemenag memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Tanah Papua.
“Pendidikan keagamaan tidak hanya mencetak manusia cerdas, tetapi juga berkarakter, beriman, dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Inilah keistimewaan Kementerian Agama,” katanya.
Baca juga: Wali Kota Sorong Tegaskan Nakes Harus Siaga 24 Jam di Puskesmas dan Pustu
Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, lanjutnya, berkomitmen bersinergi dengan Kemenag, tokoh agama, dan seluruh pemangku kepentingan guna memperkuat kerukunan, toleransi, dan persatuan.
“Kerukunan adalah modal utama untuk membangun Papua Barat Daya yang damai, maju, dan sejahtera,” pungkasnya. (tribunsorong.com/taufk nuhuyanan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sorong/foto/bank/originals/20260105_BFEngaaagtrft.jpg)