Banjir di Sorong

Banjir Masih jadi Primadona Bencana di Kota Sorong Sepanjang 2025

Sepanjang 2025, Kota Sorong dilanda berbagai bencana alam dan nonalam yang berdampak pada masyarakat.

Penulis: Angela Cindy | Editor: Petrus Bolly Lamak
TRIBUNSORONG.COM/SAFWAN ASHARI
KOMPLEKS MELATI RAYA KEBANJIRAN - Kompleks Melati Raya, Kilometer 9 Kota Sorong, Papua Barat Daya kebanjiran, Selasa (5/8/2025). Banjir menyebabkan sejumlah kepala keluarga (KK) mengungsi ke rumah kerabat. 
Ringkasan Berita:
  • Sepanjang 2025, Kota Sorong dilanda berbagai bencana alam dan nonalam yang berdampak pada masyarakat.
  • Berdasarkan data rekapitulasi kebencanaan pemerintah daerah, bencana yang terjadi sepanjang 2025 meliputi banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem. 
  • Banjir menjadi bencana paling dominan sepanjang 2025, disusul tanah longsor dan cuaca ekstrem.
  • Peristiwa paling parah terjadi pada 4 Agustus 2025, ketika banjir dan tanah longsor melanda enam kelurahan di Kota Sorong

TRIBUNSORONG.COM, SORONG - Sepanjang 2025, Kota Sorong dilanda berbagai bencana alam dan nonalam yang berdampak pada masyarakat.

Baca juga: Banyak Penerima Bansos Fiktif di Kota Sorong, Dinsos Ungkap Biang Keroknya

Berdasarkan data rekapitulasi kebencanaan pemerintah daerah, bencana yang terjadi sepanjang 2025 meliputi banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem.

Peristiwa tersebut tersebar di puluhan kelurahan dan hampir seluruh distrik di Kota Sorong.

Baca juga: Wali Kota Sorong Tinjau Proyek RTP Losari, Targetkan Rampung Juli 2026

Sejumlah kelurahan yang terdampak antara lain Klabulu, Klasaman, Malaimsimsa, Kampung Baru, Remu Utara, Remu Selatan, Rufei, Sawagumu, Klawuyuk, Kladufu, Klamesen, dan Klablim, serta wilayah lainnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sorong Herlin Sasabone mengatakan, banjir menjadi bencana paling dominan sepanjang 2025, disusul tanah longsor dan cuaca ekstrem.

Bencana tersebut menyebabkan berbagai kerusakan fisik, seperti rumah warga terendam dan rusak, akses jalan terganggu, pohon tumbang, serta kerusakan talud dan tebing penahan tanah di wilayah perbukitan.

Peristiwa paling parah terjadi pada 4 Agustus 2025, ketika banjir dan tanah longsor melanda enam kelurahan di Kota Sorong.

“Sebanyak 5.125 jiwa terdampak dalam kejadian tersebut,” ujar Herlin kepada TribunSorong.com, Selasa (6/1/2026).

Baca juga: Wali Kota Sorong Tinjau Normalisasi Drainase di KM 10, Fokus Atasi Masalah Banjir

Akibat longsor, tiga warga mengalami luka ringan, satu warga luka berat, dan dua unit rumah rusak berat akibat tertimbun material longsoran.

Secara keseluruhan, bencana sepanjang 2025 menyebabkan ratusan hingga ribuan warga terdampak.

IMBAUAN BPBD - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sorong Herlin Sasabone diwawancara di ruang kerjanya, Selasa (6/1/2026). Ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir dan tanah longsor pada awal tahun 2026.
IMBAUAN BPBD - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sorong Herlin Sasabone diwawancara di ruang kerjanya, Selasa (6/1/2026). Ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir dan tanah longsor pada awal tahun 2026. (TribunSorong.com/Angela Cindy)

Sebagian warga terpaksa mengungsi sementara dan mengalami kerugian materi.

“Setiap terjadi bencana, BPBD asesmen cepat dan berkoordinasi dengan PD terkait untuk penanganan darurat serta penyaluran bantuan,” katanya.

Baca juga: Wali Kota Sorong Tegaskan Nakes Harus Siaga 24 Jam di Puskesmas dan Pustu

BPBD Kota Sorong mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya di wilayah rawan banjir dan longsor, terutama saat curah hujan tinggi, guna meminimalkan risiko dan dampak bencana. (tribunsorong.com/angela cindy)

Sumber: TribunSorong
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved