Olahraga Papua Barat Daya
Babak Baru Pembangunan Stadion Doom: DPR RI Segera Rapatkan Rekomendasi Bersama Pemerintah
Surat rekomendasi hasil sosialisasi dan kesepakatan warga Doom terkait pembangunan Stadion Lapangan Merdeka Doom diterima DPR RI.
Penulis: Ismail Saleh | Editor: Petrus Bolly Lamak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sorong/foto/bank/originals/20260202_ijklssbsf.jpg)
TRIBUNSORONG.COM, SORONG – Perjuangan masyarakat Distrik Sorong Kepulauan, khususnya warga Pulau Doom, untuk merevitalisasi Lapangan Merdeka Doom terus menunjukkan perkembangan positif hingga tingkat nasional.
Surat rekomendasi hasil sosialisasi dan kesepakatan warga Doom terkait pembangunan Stadion Lapangan Merdeka Doom diterima Komisi V DPR RI pada 4 Desember 2025 lalu.
Baca juga: 85 Organisasi Pemuda Ditetapkan Jadi Peserta Musda KNPI Kota Sorong 2026
Penggagas revitalisasi Lapangan Merdeka Doom Adius Wanimbo, mengatakan bahwa pada 22 Januari 2026 dirinya kembali mengecek langsung perkembangan aspirasi tersebut ke Gedung DPR RI, Jakarta.
“Hasil komunikasi kami sangat positif. Aspirasi warga Dum akan disampaikan langsung dalam rapat Komisi V DPR RI bersama Kementerian Pekerjaan Umum pada 4 Februari 2026,” kata Adius Wanimbo kepada TribunSorong.com, Senin (2/2/2026).
Ia menjelaskan, aspirasi pembangunan Stadion Lapangan Merdeka Doom tersebut akan disampaikan oleh Anggota DPR RI Komisi V Dapil Papua Barat Daya, Faujia Helga Br Tambulon, sebagai tindak lanjut rekomendasi resmi Komisi V DPR RI kepada Kementerian Pekerjaan Umum.
Menurut Adius, masyarakat doom juga dapat memantau langsung proses penyampaian aspirasi tersebut melalui siaran langsung rapat DPR RI yang ditayangkan melalui kanal YouTube resmi DPR RI.
“Kami mengajak seluruh warga Dum dan masyarakat Kota Sorong untuk ikut memonitor agar aspirasi ini benar-benar dikawal bersama,” ujarnya.
Dampak Ekonomi dan Sosial bagi Warga Doom
Adius menegaskan, revitalisasi Lapangan Merdeka Doom bukan hanya soal pembangunan fisik stadion, tetapi menyangkut masa depan ekonomi dan sosial masyarakat setempat.
Dengan dibangunnya stadion yang layak, berbagai sektor ekonomi warga dipastikan ikut tumbuh, mulai dari jasa transportasi laut (taksi laut), penjualan pinang Mama-Mama Papua, kios UMKM, hingga sektor pariwisata sejarah peninggalan Perang Dunia II yang ada di Pulau Doom.
“Setiap turnamen pasti butuh tenaga kerja, mulai dari tiket, perawatan lapangan, keamanan, hingga UMKM. Anak-anak muda yang sebelumnya tidak punya aktivitas positif bisa dilibatkan,” jelasnya.
Ia juga menilai stadion yang representatif akan membuka peluang digelarnya turnamen lokal hingga nasional, sekaligus menghidupkan kembali peran legenda-legenda sepak bola untuk terlibat dalam pembinaan generasi muda.
Lapangan Bersejarah, Ikon Kota Tua Sorong
Lebih jauh, Adius menekankan nilai historis Lapangan Merdeka Doom yang tidak bisa dipisahkan dari sejarah Papua.
“Lapangan Merdeka Doom adalah ibu kota pertama di Tanah Papua, dan di tempat inilah tiang bendera Merah Putih pertama kali ditancapkan. Ini sejarah besar yang wajib kita jaga,” tegasnya.
Karena itu, ia berharap revitalisasi Lapangan Merdeka Doom dapat mengangkat kembali Pulau Doom sebagai ikon Kota Tua Sorong, sekaligus simbol sejarah perjuangan bangsa di Papua Barat Daya.
“Kalau stadion ini terbangun dengan standar baik, bahkan bertaraf internasional, maka Dum akan kembali dikenal sebagai pusat sejarah, olahraga, dan ekonomi rakyat,” katanya.(tribunsorong.com/ismail saleh)