Rabu, 29 April 2026

Seni dan Budaya Papua

Merawat Identitas Adat Doberai Lewat Tari Srar

Kegiatan ini didukung Balai Pelestarian Kebudayaan Papua Barat Daya dan melibatkan generasi muda suku Moi.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Safwan | Editor: Petrus Bolly Lamak
zoom-inlihat foto Merawat Identitas Adat Doberai Lewat Tari Srar
TribunSorong.com/Safwan
SENI TARI - Foto bersama usai pembukaan pelatihan tari tradisional Srar di Kelurahan Remu Utara, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Rabu (29/5/2026). Kegiatan digelar Sanggar Seni Budaya Klabra Raya didukung Balai Pelestarian Kebudayaan Papua Barat Daya. 
Ringkasan Berita:
  • Sanggar Seni Budaya Klabra Raya menggelar pelatihan tari tradisional Srar di Distrik Remu Utara, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Rabu (29/5/2026).
  • Kegiatan ini didukung Balai Pelestarian Kebudayaan Papua Barat Daya dan melibatkan generasi muda suku Moi.
  • Ketua Sanggar Klabra Raya Fransiskus Yadantrar mengatakan, pelatihan ini bertujuan menjaga dan merawat identitas budaya masyarakat Papua, khususnya suku Moi.

 

TRIBUNSORONG.COM, SORONG - Sanggar Seni Budaya Klabra Raya menggelar pelatihan tari tradisional Srar di Distrik Remu Utara, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Rabu (29/5/2026).

Kegiatan ini didukung Balai Pelestarian Kebudayaan Papua Barat Daya serta melibatkan generasi muda suku Moi.

Baca juga: Tak Sekadar Tempat Tinggal, Rusun TNI AL di Sorong Didorong Jadi Ruang Produktif Keluarga

Ketua Sanggar Klabra Raya Fransiskus Yadantrar mengatakan, pelatihan ini bertujuan menjaga dan merawat identitas budaya masyarakat Papua, khususnya suku Moi.

"Kami khawatir tari tradisional Srar sebagai identitas masyarakat adat Doberai akan punah. Oleh karena itu, pelatihan harus dilakukan sejak dini," ujarnya.

Baca juga: Warna-warni Busana Khas Papua Hiasi Pagelaran Seni Budaya Papua di Kota Sorong

Ia menilai minat generasi muda terhadap budaya lokal mulai menurun, karena lebih tertarik pada budaya luar.

Padahal, tari Srar merupakan identitas penting masyarakat Papua di wilayah adat Doberai, termasuk Sorong Raya.

"Kami ingin tari Srar lebih dikenal luas, seperti tarian daerah lainnya. Ini warisan leluhur yang wajib dijaga," katanya.

Pelatihan ini diikuti sekitar 40 peserta, terdiri dari anak-anak dan remaja.

Sanggar berharap kegiatan serupa terus mendapat dukungan pemerintah, khususnya Balai Pelestarian Kebudayaan Papua Barat Daya.

Baca juga: Sidang Korupsi ATK Kota Sorong: Ahli Sebut Kerugian Negara Seharusnya Nihil

Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Papua Barat Daya Winarto, mengatakan, pihaknya akan terus mendukung upaya pelestarian budaya di Papua.

"Tari Srar telah diakui sebagai warisan budaya tak benda. Karena itu, pelestariannya menjadi tanggung jawab bersama," ujarnya.

Baca juga: Eks Plt. Kadisdik Kota Sorong jadi Saksi Sidang Korupsi Chromebook untuk Terdakwa Nadiem Makarim

Menurut Winarto, pelatihan ini penting buat menjaga eksistensi masyarakat adat.

Melalui tari Srar, generasi muda dapat memahami nilai, pesan, dan identitas budaya yang terkandung dalam setiap gerakan. (tribunsorong.com/safwan ashari)

Sumber: TribunSorong
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved