Pendidikan di Papua Barat Daya
Momen Gubernur Papua Barat Daya Elisa Berinteraksi dengan Siswi Tunawicara SDLB 73 Kota Sorong
Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu bersama istri Orpa Susana dan sejumlah pejabat pemprov mendatangi Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB).
Penulis: Taufik Nuhuyanan | Editor: Jariyanto
TRIBUNSORONG.COM, SORONG - Jumat (9/1/2026) pagi, Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu bersama istri Orpa Susana dan sejumlah pejabat pemprov mendatangi Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) 73 Kota Sorong.
Kehadiran orang nomor satu di provinsi termuda Indonesia tersebut dalam rangka menyerahkan bantuan kendaraan operasional berupa mobil minibus.
Usai kegiatan, Elisa Kambu menyapa para siswa SDLB hingga foto bersama.
Seorang siswi tunawicara menghampirinya, lalu menyampaikan bahasa isyarat berupa ucapan terima kasih atas perhatian yang diberikan.
Sambil tersenyum, Elisa mengangkat kedua jempol tangannya sambil mencoba berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat.
Baca juga: Gubernur Papua Barat Daya Kunjungi SLB Raja Ampat, Pastikan Akses Pendidikan Merata
Siswi yang mengenakan seragam olahraga biru itu pun tampak semringah, begitu juga teman-teman lainnya.
Elisa Kambu mengatakan, pemerintah provinsi berkomitmen meningkatkan fasilitas dan layanan pendidikan bagi SLB.
SLB merupakan kewenangan pemerintah provinsi, sehingga seluruh fasilitas, termasuk tenaga pendidik, menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.
"Semua fasilitas, termasuk guru-gurunya, disiapkan oleh pemerintah provinsi. Kami akan terus berupaya meningkatkan layanan pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus,” ujar Elisa Kambu.
Gubernur juga membuka peluang pengembangan sarana pendidikan ke depan, termasuk pembangunan gedung bertingkat buar menjawab kebutuhan sekolah.
Baca juga: 3 SLB Jadi Pondasi Awal Pendidikan Inklusif di Papua Barat Daya, Data Disabilitas Segera Disusun
Ke depan, jika memungkinkan akan dibangun gedung baru dengan konsep bertingkat agar mampu menampung lebih banyak siswa.
"Kesadaran masyarakat untuk menyekolahkan anak-anak berkebutuhan khusus juga makin tinggi. Ini adalah perkembangan yang positif," katanya.
Elisa Kambu menambahkan, di era digital saat ini, anak-anak berkebutuhan khusus memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berprestasi, baik di bidang olahraga, seni, maupun dunia kerja, termasuk di sektor swasta dan pemerintahan. (tribunsorong.com/taufik nuhuyanan)
| 9 Perangkat Darah Pemkot Sorong Terima DPA, Wali Kota Instruksikan Jangan Tunda Kegiatan |
|
|---|
| PAD Pajak Alat Berat 2025 Nihil, Pemprov Papua Barat Daya Kumpulkan Pengusaha dan Penyedia |
|
|---|
| Sidang Kasus Pemerkosaan Anak Angkat di Sorong: Terdakwa Ajukan Eksepsi Bantah Dakwaan |
|
|---|
| Tindak Lanjut Rekomendasi di Papua Barat Daya Rendah, BPK Soroti Hal-hal Ini |
|
|---|
| Ini Komitmen Brigjen Pol Sulastiana Usai Dilantik jadi Wakapolda Papua Barat: Kedepankan Dialog |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sorong/foto/bank/originals/20260109_gubernur-berinteraksi-dengan-siswi-tunawicara.jpg)