Pendidikan di Papua Barat Daya
Konsolda Pendidikan 2026 di Kota Sorong: Perkuat Sinergi Kolaborasi Pusat, Daerah, dan Stakeholder
Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Papua Barat menggelar Konsolidasi Daerah (Konsolda) Pendidikan Dasar dan Menengah 2026.
Penulis: Taufik Nuhuyanan | Editor: Jariyanto
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sorong/foto/bank/originals/20260304_konsolda-pendidikan-di-papua-barat-dan-barat-daya.jpg)
Ringkasan Berita:
- Konsolidasi Daerah (Konsolda) Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2026 untuk wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya digelar di Kota Sorong, 4-6 Maret.
- Kegiatan bertujuan memperkuat sinergi dan kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, serta seluruh pemangku kepentingan dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya Papua Barat dan Papua Barat Daya.
- Pada pertemuan itu ditekakan pentingnya pembaruan data pendidikan melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik) secara berkala dan akurat.
TRIBUNSORONG.COM, SORONG - Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Papua Barat menggelar Konsolidasi Daerah (Konsolda) Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2026 untuk wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya.
Kegiatan Kota Sorong selama dua hari 4-6 Maret 2026 ini dibuka Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu bersama Kepala BPMP Papua Barat Santy Mukti Mardhika, Anggota DPD RI Dapil Papua Barat Filep Wamafma, serta Anggota DPRD Papua Barat Syamsudin Seknun ditandai penabuhan tifa.
Baca juga: Sosok Petronela Krenak Bupati Perempuan Pertama di Sorong Selatan, Riwayat Pendidikan, Isu Prioritas
Santy Mukti mengatakan, Konsolda bertujuan memperkuat sinergi dan kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, serta seluruh pemangku kepentingan pendidikan dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Tanah Papua, khususnya Papua Barat dan Papua Barat Daya.
Selain itu menjadi wadah menyamakan persepsi terkait program prioritas pendidikan antara pemerintah pusat dan daerah.
"Kami ingin memastikan bahwa program-program prioritas dari kementerian dapat dijalankan secara bersama-sama melalui kolaborasi yang kuat dengan seluruh stakeholder di daerah," Santy Mukty.
Ia juga menekankan pentingnya pembaruan data pendidikan melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik) secara berkala dan akurat, guna memastikan setiap anak mendapatkan akses pendidikan yang setara.
Santy berharap melalui konsolda ini tercipta koordinasi lebih solid antarpemangku kepentingan, sehingga mampu menurunkan angka anak tidak sekolah serta meningkatkan kualitas layanan pendidikan secara menyeluruh.
Baca juga: Dinas Pendidikan Teluk Bintuni Minta Warga Bersabar soal Kondisi SD YPK Wagura, Janjikan Perbaikan
Gubernur Elisa Kambu mengatakan, pendidikan merupakan kunci utama dalam membuka masa depan generasi muda Papua.
"Harapan kita hanya satu, melalui pendidikan anak-anak Papua bisa melihat dunia yang lebih luas. Tanpa pendidikan, itu tidak mungkin tercapai," ujarnya.
Elisa mengapresiasi berbagai upaya yang telah dilakukan dalam sektor pendidikan, namun perjuangan belum selesai.
Baca juga: Langkah Konkret Menuju Papua Emas: Septinus Lobat Jadikan Kesehatan dan Pendidikan Sebagai Panglima
Menurutnya, perbaikan pendidikan tidak hanya terletak pada aspek administratif, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kualitas peserta didik.
"Jangan hanya fokus pada administrasi, tetapi bagaimana benar-benar membangun kualitas dan karakter generasi penerus bangsa," kata Elisa Kambu. (tribunsorong.com/taufik nuhuyanan)
| Tren Kekerasan di Sorong Selatan Berubah, Fisik dan Psikis Hampir Seimbang di 2025 |
|
|---|
| BBKSDA Papua Barat Daya Perketat Pengawasan Kapal demi Cegah Penyelundupan Satwa Endemik |
|
|---|
| Progres Pembangunan Kantor Gubernur Papua Barat Daya Capai 90 Persen |
|
|---|
| Pemprov Papua Barat Daya Susun Rencana Induk Keanekaragaman Hayati demi Pembangunan Berkelanjutan |
|
|---|
| BPS Catat Ekonomi Papua Barat Daya Awal 2026 Melemah |
|
|---|