Cuaca Ekstrem
Cuaca Ekstrem di Sorong Selatan: Nelayan Teminabuan Memilih Parkir Perahu
Hujan lebat disertai angin kencang melanda Kabupaten Sorong Selatan sejak awal pekan ini.
Penulis: Astri | Editor: Petrus Bolly Lamak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sorong/foto/bank/originals/20260312_pasar-ikan-sorsel-b.jpg)
Ringkasan Berita:
- Hujan lebat disertai angin kencang melanda Kabupaten Sorong Selatan sejak awal pekan ini.
- Kondisi tersebut membuat sebagian nelayan memilih tidak melaut demi keselamatan.
- Aktivitas di Pasar Ampera yang biasanya menjadi pusat bongkar muat hasil laut juga tampak lebih sepi.
- Seorang nelayan Simon mengatakan, dirinya bersama sejumlah nelayan lain sudah dua hari terakhir tidak melaut karena cuaca buruk.
TRIBUNSORONG.COM, TEMINABUAN - Hujan lebat disertai angin kencang melanda Kabupaten Sorong Selatan sejak awal pekan ini.
Kondisi tersebut membuat sebagian nelayan memilih tidak melaut demi keselamatan.
Baca juga: Jaringan Listrik di Puluhan Titik Sorong Selatan dan Maybrat Padam Imbas Cuaca Ekstrem
Pantauan TribunSorong.com di Pasar Ikan Ampera, Distrik Teminabuan, Kamis (12/3/2026), menunjukkan pasokan ikan dari nelayan lokal berkurang dibandingkan hari biasa.
Beberapa lapak hanya menjual sisa tangkapan dari hari sebelumnya.
Aktivitas di Pasar Ampera yang biasanya menjadi pusat bongkar muat hasil laut juga tampak lebih sepi.
Baca juga: Bidik Investasi Mangrove 170 Ribu Hektare di Sorong Selatan, 2 Investor Audiensi dengan Pemkab
Seorang nelayan Simon mengatakan, dirinya bersama sejumlah nelayan lain sudah dua hari terakhir tidak melaut karena cuaca buruk.
“Biasanya paling lama melaut tiga hari. Tapi dua hari ini kami tidak melaut karena cuaca buruk. Kalau cuaca hari ini sudah membaik, rencananya kami akan melaut lagi,” ujar Simon.
Menurutnya, hasil tangkapan nelayan di wilayah tersebut umumnya berupa ikan merah dan mubara.
Dalam kondisi cuaca normal, nelayan bisa memperoleh hingga dua box ikan dalam sekali melaut.
Baca juga: Jadwal Imsak dan Buka Puasa Sorong Selatan Rabu 11 Maret 2026 / 21 Ramadan 1447 H, Bacaan Niat
Namun beberapa hari terakhir hasil tangkapan menurun karena nelayan tidak berani melaut saat hujan lebat dan angin kencang melanda perairan.
“Hanya sisa sedikit tangkapan dari hari sebelumnya, dan sudah habis terjual,” katanya.
Baca juga: Jadwal Buka Puasa Sorong Selatan Rabu 11 Maret 2026 / 21 Ramadan 1447 H, Bacaan Doa, Amalan Sunnah
Berkurangnya pasokan membuat harga ikan sedikit lebih mahal dibandingkan hari normal.
Selain itu, nelayan kecil di wilayah tersebut masih terbatas dalam hal peralatan keselamatan.
Sebagian nelayan hanya menggunakan perahu kecil tanpa perlengkapan keamanan yang memadai, seperti pelampung.
Baca juga: Jadwal Buka Puasa Sorong Selatan Selasa 10 Maret 2026 / 20 Ramadan 1447 H, Bacaan Doa, Amalan Sunnah
Simon berharap kondisi cuaca di Sorong Selatan segera membaik agar nelayan dapat kembali melaut dan pasokan ikan lokal di pasar kembali normal.
Sementara itu, pantauan di Pasar Kajase menunjukkan harga ikan masih relatif stabil. Aktivitas jual beli juga berlangsung seperti biasa.
Baca juga: Besaran Zakat Fitrah 2026 di Sorong Selatan Rp50.000, Bisa Diganti Sagu
Hal ini karena sebagian besar ikan yang dijual di pasar tersebut didatangkan dari Kota Sorong, seperti tuna, lema, dan ekor kuning. (tribunsorong.com/astri)
| Ramalan Zodiak Besok Aries, Taurus, Gemini dan Cancer Jumat 13 Maret 2026: Optimis Berujung Manis |
|
|---|
| 12 Ramalan Zodiak Kesehatan Besok Jumat 13 Maret 2026: Taurus Periksa Mata, Leo Awas Sakit Punggung |
|
|---|
| 12 Ramalan Zodiak Keuangan Besok Jumat 13 Maret 2026: Scorpio Stabil, Sagitarius Awas, Leo Hemat |
|
|---|
| 12 Ramalan Zodiak Karier Besok Jumat 13 Maret 2026: Cancer Peluang Datang, Scorpio Petik Keuntungan |
|
|---|
| 12 Ramalan Zodiak Cinta Besok Jumat 13 Maret 2026: Gemini Quality Time, Leo dan Virgo Tahan Emosi |
|
|---|