Penyanderaan Pilot Susi Air
Operasi Penyelamatan Pilot Susi Air, Kapolda Papua Ungkap Kabar Terbaru
Kejadian ini tidak mudah diselesaikan dalam waktu singkat lantaran medan di Nduga sulit dijangkau karena berada di 3.000 kaki.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/23122022-Mathius_D_Fakhiri-1.jpg)
TRIBUNSORONG.COM, TIMIKA - Peristiwa pembakaran Pesawat Susi Air di Distrik Paro, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Tengah telah berlalu dua pekan atau sejak Selasa (7/2/2023) lalu
Kondisi Pilot Philips Marthen yang disandera Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB Papua) pimpinan Egianus Kogoya pun belum diketahui kabar maupun keberadaannya.
Kejadian ini tidak mudah diselesaikan dalam waktu singkat lantaran medan di Nduga sulit dijangkau karena berada di 3.000 kaki.
"Kami TNI-Polri di lapangan masih berusaha mendekati sasaran. Kami minta doa dan dukungan semua pihak agar proses penyelematan dapat berjalan maksimal," ungkap Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhri dikutip dari Tribun-Papua.com, Kamis (23/2/2023) di Timika.
Ia menyebut, beberapa langkah seperti upaya pendekatan negosiasi oleh para tokoh di Nduga dan pemerintah juga telah dilakukan.
Saat ini aparat menyiapkan langkah penegakan hukum secara serius terhadap KKB pimpinan Egianus.
"Kami berharap apabila nanti sudah waktunya akan dilakukan penindakan dan saat ini tim sementara bekerja keras," ucapnya.
Mengenai batas waktu proses penyelematan pilot, kapolda belum bisa memastikan, karena ini adalah faktor kemanusiaan sehingga harus diperhitungkan secara cermat.
Pihaknya juga tidak ingin warga lain di Distrik Paro dan kampung lainnya menjadi bagian dari penegakan hukum TNI-Polri nantinya.
"Kami tidak mau ada imbas lain yang nantinya digunakan KKB buat menggulirkan isu pelanggaran HAM," ucapnya.
"Pernah Egianus menyampaikan tuntutan seperti penggantian senjata dan uang, namun kami tahu psikis kelompok ini dan politik suka memanfaatkan isu ini hingga keluar negeri," katanya.
Penguasaan wilayah mulai dari Paro, Aguru, Mugi, Mapenduma sudah ditempati personel yang selanjutnya mengawasi secara ketat pergerakan KKB.
Menurut kapolda, pihaknya juga telah meminta Bupati Nduga Namia Gwijangge agar menangani masyarakat secara baik sehingga dampak penegakan hukum tidak berimbas pada masyarakat.
Kelompok yang membawa Pilot Susi Air Philips Marthen sudah bergeser dari Distrik Paro dan pihaknya telah sampai pada titik itu.
"Harus sabar. Saya juga akan ke sana untuk memastikan segala persiapan terkait penegakan hukum ini. Kecermatan TNI-Polri agar menghindari dampak lain," ujar Kapolda Papua. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribun-Papua.com berjudul “UPDATE Penyaderaan Pilot Susi Air Oleh KKB Papua, Kapolda: Tim Mendekati Sasaran”