DOB di Tanah Papua
Distrik Klasou Jadi Ibu Kota Kabupaten Malamoi
Kali itu tim melakukan pertemuan bersama di Hotel Luxio, Kilometer 12, kota Sorong, Papua Barat Daya, Kamis (30/3/2023).
Penulis: Petrus Bolly Lamak | Editor: Milna Sari
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sorong/foto/bank/originals/20230330_Zet-Kadakolo.jpg)
TRIBUNSORONG.COM, SORONG - Tim pemekaran DOB Kabupaten Malamoi menetapkan Distrik Klasou jadi ibu kota Kabupaten Malamoi.
Kali itu tim melakukan pertemuan bersama di Hotel Luxio, Kilometer 12, kota Sorong, Papua Barat Daya, Kamis (30/3/2023).
Pertemuan itu juga dihadiri oleh mantan Bupati Sorong dua periode Stepanus Malak.
Anggota dewan pakar pemekaran Kabupaten Malamoi Zet Kadakolo mengatakan sesuai dokumen, ibu kota Kabupaten Malamoi berada di Distrik Klasou.
Baca juga: Munculnya DOB Kabupaten Mare Intelektual dan Mahasiswa Saling Sikut, Benediktus: Berpeluang Konflik
Kabupaten Malamoi punya 10 distrik sebagai daerah bawaan dan wilayah itu mulai dari daerah Makbon.
"Ibu kota sesuai dokumen itu di Klasou," ucapnya.
Baca juga: Sambut Calon Kabupaten Maybrat Sau, Bernhard Ajak ASN Berpikir Kritis
Calon DOB kabupaten Malamoi katanya sudah diusulkan sejak 2009 pada masa kepemimpinan Bupati Stepanus Malak.
"Proses usulan pemekaran kabupaten pada waktu itu ada dua yakni Maybrat Sau dan kabupaten Malamoi," katanya kepada TribunSorong.com, Kamis (30/3/2023).
Baca juga: Festival Malamoi Kota Sorong Digelar September
Kabupaten Malamoi katanya sudah diusulkan menjadi DOB sejak 14 tahun silam.
Namun adanya peraturan baru pemerintah tentang moratorium evaluasi daerah pemekaran, maka Kabupaten Malamoi tertunda dimekarkan.
Zet Kadakolo mengatakan, dengan adanya perubahan undang-undang otonomi khusus (Otsus) membuka peluang bagi Papua untuk mengusulkan daerah pemekaran.
Baca juga: Karel Morafel Ajak Warga Dukung DOB Maybrat Sau
Baru-baru ini ada empat DOB disahakan menjadi provinsi yakni Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Selatan dan Papua Barat Daya.
"Kita bersyukur karena pemerintah kembali buka kran dan empat DOB lahir di tanah Papua ini," ungkap dia.
Baca juga: Pembeli Pasar Murah Raja Ampat Khusus Umat Muslim, Ini Kata Disperindag
Tim pemekaran ucapnya, bekerja kembali untuk menyampaikan dokumen-dokumen baru dan dokumen revisi.
Beberapa dokumen akan diubah karena adanya perubahan dan pemekaran kampung, kelurahan dan juga distrik.
"Ada beberapa dokumen yang kadaluarsa akan kita ubah dan merevisi dokumen lain karena adany perubahan dan pemekraan kampung, distrik dan kelurahan," ujar Zet Kadakolo. (tribunsorong.com/petrus bolly lamak)