Rabu, 15 April 2026

Haji 1444 Hijriah

Kemenag Minta 4.200 Petugas Haji Jaga Marwah Indonesia di Arab Saudi

Di bagian lain sambutan tanpa teksnya, dirjen meminta para petugas bersungguh-sungguh dan menghibahkan diri, pikiran, dan energi buat melayani jemaah.

Tayang:
Editor: Jariyanto
zoom-inlihat foto Kemenag Minta 4.200 Petugas Haji Jaga Marwah Indonesia di Arab Saudi
TRIBUNNEWS.COM
Bimbingan Teknis Terintegrasi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi di Aula Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Jumat (7/4/2023) malam. 

TRIBUNSORONG.COM, JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) mengingatkan 4.200 petugas dan pembimbing jemaah haji 1444 Hijriah agar menjaga marwah dan martabat bangsa Indonesia selama 60 hari bertugas di Arab Saudi.

"Kalian adalah duta bangsa Indonesia. Jemaah Indonesia sejak dulu dikenal ramah, murah senyum, tak pernah komplain dan taat. Jaga itu," kata Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Kemenag RI Prof Hilman Latief PhD dalam sambutan pembukaan Bimbingan Teknis Terintegrasi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi di Aula Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Jumat (7/4/2023) malam.

Baca juga: 420 Jemaah Calon Haji Jalani Manasik, Rofiul Amri: Kemenag Sorong Masih Tunggu Kuota Tambahan

Di bagian lain sambutan tanpa teksnya, dirjen meminta para petugas bersungguh-sungguh dan menghibahkan diri, pikiran, dan energi buat melayani jemaah haji Indonesia, khususnya untuk 67.000 jemaah kategori lansia dan penyandang disabilitas.

"Saya tahu petugas ini ada komisaris, direktur, pejabat negara, manajer dan profesional, namun tolong tanggalkan semua identitas di kantor masing-masing. Semua petugas harus melebur dalam PPIH Arab Saudi," ujarnya.

Menurutnya, keberangkatan petugas haji ke Arab Saudi menggunakan APBN, bukan dana dari tabungan haji di BPKH.

Oleh karena itu, petugas agar dapat menjalankan tugas negara ini secara baik.

Total ada 221.000 jemaah, terdiri atas 203.320 jemaah haji reguler dan 17.680 jemaah haji khusus.

Pemberangkatan sekitar 4.200 petugas PPIH dan Petugas Daerah ini adalah terbesar dalam empat tahun terakhir, dan pengurangan karena pandemi Covid-19.

Baca juga: Kementerian Agama Rilis Kuota Haji 1444 Hijriah, Segini Jatah Papua Barat dan Papua Barat Daya

Dari 4.200 petugas haji ini terdiri 1.324 personel PPHI Arab Saudi, dan sisanya 2.876 petugas daerah untuk 14 embarkasi.

Bimtek terintegrasi bagi 1.324 petugas digelar 7-16 April 2023 di Asrama Haji Pondok Gede.

Adapun petugas haji daerah dan kloter digelar serentak sejak Februari hingga akhir Maret 2023 di 30 provinsi dan 13 embarkasi.

Hilman menyebut, petugas PPIH Arab Saudi dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci, dua pekan lebih cepat dari pemberangkatan kloter I Haji, 25 Mei 2023.

Puncak ibadah haji 2023 atau wukuf di Arafah, Selasa (27/6/2023).

Baca juga: Haji Ali, Korban Kebakaran Kampung Makassar Sorong Tagih Janji Relokasi ke Kapolda Papua Barat

Petugas Haji Arab Saudi akan berada di Tanah Suci, Makkah dan Madinah, selama 60 hari, lebih lama sebulan dari jemaah haji reguler dan haji khusus.

Dalam laporan Dirjen Bina Haji Arsad Hidayat Lc, disebutkan bimtek terintegrasi PPIH Arab Saudi diikuti komponen dari petugas kesehatan, bimbingan jamaah, pangawasan, konsultan, katering, transportasi, siskohat, perlindungan jamaah dari TNI-Polri, penanganan krisis dan P3, petugas, Lansia -disabilitas, sekretariat dan media center haji.

Hadir dalam pembukaan bimtek antara lain Dirjen Bina Haji Arsad Hidayat Lc, Sekretaris Jenderal PHU Ahmad Abdullah, Direktur Pelayanan Haji dalam Negeri Dr Saiful Mujab, Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Subhan Cholid Lc, Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Dr Nur Arifin, Direktur Pengelolaan Dana Haji dan SHDU Jaja Jaelani. (*)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved