Satgas Pamtas di Maybrat
Satgas Pamtas Diterjunkan, Ini Harapan Pj Bupati Maybrat dan Arahan Pangdam XVIII/Kasuari
Ia menjelaskan, wilayah penugasan berorientasi pada stabilitas keamanan serta mengamankan keutuhan NKRI.
Penulis: Desianus Watho | Editor: Jariyanto
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sorong/foto/bank/originals/20230411_upacara-penerimaan-satgas-pamtas-di-maybrat.jpg)
TRIBUNSORONG.COM, KUMURKEK - Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) diterjunkan ke wilayah Papua Barat Daya, termasuk di Kabupaten Maybrat.
Personel TNI tersebut merupakan anggota Yonif 133/YS dan Yonif 623/BWU.
Upacara penerimaan Satgas Pamtas yang turut dihadiri Pj Bupati Bernhard E Rondonuwu tersebut berlangsung Mako Yonif RK 762/VYS Sorong, Selasa (11/4/2023).
Baca juga: Panglima TNI Lantik Tujuh Pejabat Utama Mabes, Berikut Daftarnya
Pj Bupati Bernhard E Rondonuwu mengucapkan selamat datang serta selamat bertugas kepada Satgas Pamtas.
Menurutnya, prajurit yang ditempatkan di Maybrat diharapkan menciptakan kondusivitas, kemananan, dan menjaga keutuhan NKRI.
“Dengan demikian program pemerintah, pembangunan, dan kemasyarakatan di Maybrat dapat berjalan lancar,” kata Bernhard E Rondonuwu.
Baca juga: Pertimbangan Panglima TNI Hindari Perang dengan KKB dalam Pembebasan Pilot Susi Air
Sementara itu, Pangdam XVIII/Kasuari Mayor Jenderal TNI Gabriel Lema dalam arahannya meminta kepada personel Satgas Pamtas agar menyiapkan diri, baik fisik maupun mental secara baik.
"Yakinkan diri dapat melaksanakan tugas secara baik dan berhasil," ujar Pangdam XVIII/Kasuari.
Ia menjelaskan, wilayah penugasan berorientasi pada stabilitas keamanan serta mengamankan keutuhan NKRI.
Konsentrasi operasi secara terpadu mengutamakan teritorial dan intelijen.
Baca juga: Brigjend TNI Juniras Lumbantoruan Siap Beri Rasa Aman Pengunjung Maybrat
Pelajari karakteristik masyarakat setempat melalui pendekatan humamis.
Terapkan komunikasi sosial yang inklusif dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama.
"Hal ini berguna dalam mewujudkan kebijakan pembangunan yang tepat," ucap Pangdam.
Dalam rangka menghormati dan menjaga harkat dan martabat Orang Asli Papua, lanjut Mayjen TNI Gabriel Lema, ketika ada kelompok yang menggangu stabilitas keamanan, harus berkoordinasi dengan Polri.
Baca juga: Pemda dan TNI/ Polri Siap Buka Lapangan Kerja Buat Pentolan TNPB Wilayah Sorong Selatan
Jalin hubungan positif dan hindari kesalahan prosedur serta pelanggaran hukum dan HAM.
Kemudian laksanakan tugas secara baik dan profesional, pedomani protap yang berlaku.
“Perhatikan pengamanan dan kemanan, baik personel dan materil sehingga kehadiran kalian harus menjadi solusi bagi masyarakat," ujar Mayjen TNI Gabriel Lema sembari meminta Satgas Pamtas juga membantu pemerintah dalam menyediakan pelayanan dasar pendidikan dan kesehatan. (*/tribunsorong.com/desianus watho)