Bantuan Modal Usaha Pangan
60 Pelaku Usaha Pangan Lokal Maybrat Terima Bantuan Modal Program Dinas Ketahanan Pangan
Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Maybrat menyalurkan bantuan modal usaha pangan kepada 60 pelaku usaha pangan lokal
Penulis: Angela Cindy | Editor: Jariyanto
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sorong/foto/bank/originals/20251223_bantuan-modal-usaha-dinas-ketahanan-pangan.jpg)
Ringkasan Berita:
- Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Maybrat menyalurkan bantuan modal usaha pangan kepada 60 pelaku usaha pangan lokal yang tersebar di 24 distrik di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya.
- Kepala Dinas Ketahanan Pangan Korneles Naa mengatakan, program bantuan modal usaha merupakan yang kalinya disalurkan.
- Tahun sebelumnya total Rp150 juta untuk 43 pelaku usaha, tahun 2025 meningkat Rp300 juta untuk 60 penerima.
TRIBUNSORONG.COM, KUMURKEK - Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Maybrat menyalurkan bantuan modal usaha pangan kepada 60 pelaku usaha pangan lokal yang tersebar di 24 distrik di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya.
Bupati Karel Murafer didampingi Sekda Ferdinandus Taa dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Korneles Naa menyerahkan bantuan secara simbolis di Aula Kantor Bupati Maybrat, Kumurkek, Distrik Aifat.
Baca juga: PLN Teminabuan Siaga Natal dan Tahun Baru, Listrik Sorong Selatan-Maybrat Aman
Korneles Naa mengatakan, program bantuan modal usaha merupakan yang kalinya disalurkan.
"Tahun sebelumnya, Rp150 juta untuk 43 pelaku usaha. Tahun 2025 ini, anggarannya kami tingkatkan menjadi Rp300 juta untuk 60 penerima," ujarnya.
Menurut Korneles, bantuan bersumber dari Dana Otonomi Khusus (Otsus) yang sempat mengalami keterlambatan proses administrasi, sehingga baru dapat direalisasikan pada akhir tahun 2025.
Bantuan sebelumnya disalurkan secara tunai, namun tahun ini melalui mekanisme transfer rekening guna menyesuaikan ketentuan administrasi dan hasil evaluasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
"Prosesnya cukup panjang, tetapi semua administrasi sudah selesai dan bantuan bisa disalurkan ke rekening masing-masing penerima," kata Korneles Naa.
Ia menyebutkan, 60 pelaku usaha penerima bantuan dibagi ke tiga kategori.
Baca juga: Sekda Ferdinandus Taa Soroti 4 Kemajuan Nyata Otsus di Maybrat: Pendidikan Hingga UMKM Melejit
Pertama, mereka yang berjualan di pinggir jalan, seperti pedagang sayur-mayur, keladi, pisang, dan buah-buahan.
Kedua, pelaku usaha pengolahan pangan menjadi produk turunan, seperti kacang merah dan kacang tanah.
Kategori ketiga merupakan pelaku usaha yang mengolah pangan di lahan pertanian, seperti tomat, cabai, dan keladi.
"Ketiga kategori ini mewakili seluruh wilayah Maybrat, mulai dari Aitinyo hingga Ayamaru, Suswa hingga Kamro," ucap Korneles Naa.
Ia berharap bantuan modal usaha dapat meningkatkan semangat para pelaku usaha, khususnya Mama-mama Papua, agar tetap konsisten menyediakan pangan lokal yang mudah diakses masyarakat.
Kemandirian ekonomi
Bupati Maybrat Karel Murafer dalam sambutannya mengatakan, bantuan sebesar Rp5 juta per orang harus dimanfaatkan secara produktif untuk pengembangan usaha, bukan kebutuhan konsumtif.
| DWP Maybrat Gelar Pengobatan Massal dan Kunjungan Kasih di Ayata |
|
|---|
| Demi Keamanan Maksimal, Pemprov Papua Barat Daya Dukung Pembentukan Batalyon Brimob di Maybrat |
|
|---|
| Kader PKK dari 10 Distrik se-Maybrat Belajar Menenun, Bidik Peluang Usaha Berbasis Kearifan Lokal |
|
|---|
| 3 Kampung di Maybrat Gelar Pawai Obor Peringati Injil Masuk di Kampung Ikuf |
|
|---|