Festival Egek Sorong
Lebih Dekat Dengan Wisata Malaumkarta Sorong Melalui Festival Egek
Ketua Panitia Festival Egek Torianus Kalami mengatakan Egek adalah cara Suku Moi mengatur pola hidupnya.
Penulis: Taufik Nuhuyanan | Editor: Milna Sari
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sorong/foto/bank/originals/20230606_Prosesi-upacara-adat-di-pembukaan-Festival-Egek-I.jpg)
TRIBUNSORONG.COM, AIMAS - Dilaksanakannya Festival Egek sebagai suatu bentuk kegiatan yang menunjukkan bahwa tradisi budaya masyarakat adat Suku Moi masih tetap terjaga, dan dapat memperkenalkan budaya suku Moi kepada masyarakat luas secara umum melalui Festival egek, Selasa (6/6/2023).
Ketua Panitia Festival Egek Torianus Kalami mengatakan Egek adalah cara Suku Moi mengatur pola hidupnya.
Baca juga: Festival Egek, Cara Warga Malaumkarta Sorong Pertahankan Budaya Moi
Contohnya cara masyarakat setempat mengambil sumber daya alam secukupnya.
"Egek ini sebenarnya berupa suatu larangan atau sasi sehingga ketika dibuka maka masyarakat mengambil hasil alam sesuai kebutuhannya, baik itu hasil alam dari laut maupun hutan," ujar Tori.
Lanjutnya, Egek bagi Suku Moi juga berarti dengan memberikan jeda pada hutan dan laut dengan pengaturan pola, alat tangkap ramah lingkungan, zona penangkapan, dan zona lindung secara tradisional.
Selain itu, Suku Moi sendiri merupakan salah satu suku di tanah Papua yang terbagi menjadi sub-suku, diantaranya adalah Suku Moi Kelim, Moi Abun That, Moi Abun Jhi, Moi Salkma, Moi Klabra, Moi Lemas, dan Moi Maya.
Baca juga: Pembukaan Festival Egek I Malaumkarta Sorong Diawali Prosesi Adat, Simak Foto-fotonya
Tori juga mengungkapkan bahwa dengan dilaksanakannya Festival Egek maka eksplorasi budaya dan pengetahuan tradisional, Suku Moi dapat menjadi daya tarik wisata yang dapat dimaksimalkan untuk peningkatan ekonomi masyarakat adat Suku Moi secara mandiri dan berkelanjutan.
"Dengan adanya egek ini maka dapat memperkenalkan budaya suku Moi sekaligus juga menampilkan tempat-tempat wisata yang ada di Malaumkarta, selain itu dengan adanya egek juga akan meningkatkan kecintaan masyarakat adat terhadap budaya Suku Moi agar dapat dilestarikan," pungkasnya.
(tribunsorong.com/taufik nuhuyanan)