Maybrat Terbaru
Beri Pelatihan ke Petani Kacang Merah, Ini Harapan Pemkab Maybrat
Petani kacang merah mendapatkan pelatihan dan sosialisasi peningkatan kapasitas, Senin (31/7/2023).
Penulis: Desianus Watho | Editor: Milna Sari
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sorong/foto/bank/originals/20230801_Kepala-Dinas-Ketahanan-Pangan-dan-Anggota-DPR.jpg)
TRIBUNSORONG.COM, KUMURKEK - Pemkab Maybrat terus berikan dukungan ke petani kacang merah.
Petani kacang merah mendapatkan pelatihan dan sosialisasi peningkatan kapasitas, Senin (31/7/2023).
Sosialisasi dilakukan Dinas Ketahanan Pangan Maybrat di Kampung Seya Distrik Mare.
"Ini dilakukan guna mendorong potensi lokal Maybrat," ujar Kadis Ketapang Maybrat Korneles Naa.
Baca juga: Kadisdik Maybrat Ancam Laporkan Panitia Matematika Metode Gasing ke APH, Sebut Sudah Miliki Bukti
Pengembangan usaha kacang merah di Mare katanya menjadi program prioritas dari Pj Bupati Dr Bernhard E Rondonuwu.
Pihaknya akan mendatangkan ketua Yayasan Insan Papua, Moses Nauw bersama istrinya di sosialisasi.
Baca juga: Tenangkan Warga yang Palang Jalan, Kadisdik Maybrat Serahkan Uang Tunai Rp300 Juta
Moses Nauw bersama istrinya selama tiga tahun beli kacang merah warga dan mengelolanya menjadi produk turunan.
"Mereka juga sudah mempromosikan hingga keluar daerah bahkan keluar negeri," tambah Korneles Naa.
Ia juga akan mencari tahu kendala yang dihadapi.
Mulai dari rumah produksi, peralatan produksi, dan biaya pembinaan dan belanja kacang merah dari masyarakat.
"Setiap keluarga harus menyiapkan diri, siapkanlah lahan, sehingga hasilnya nanti menjadi tanggung jawab pemerintah melalui Dinas Ketahanan Pangan" ajak Korneles Naa.
Korneles Naa juga menyampaikan terima kasih kepada Pj Bupati Maybrat.
Pria asal Sulawesi itu menurutnya terus menggenjot pemberdayaan komoditi lokal orang asli Maybrat.
Disela-sela acara itu dinas memberikan bantuan pangan berupa beras 10 kg, sebanyak 100 karung kepada 100 orang penerima manfaat dari Kampung Seya dan Fase.
Turut hadir juga Anggota DPRD Papua Barat yang merupakan mantan Bupati Karel Murafer dan masyarakat setempat.(tribunsorong.com/desianus watho)