Tambrauw Kabupaten Konservasi
Bupati Ingin Tambrauw Sumbang Hutan untuk Iklim Dunia
Lanjutnya, Kabupaten Tambrauw menjadi yang terbelakang karena potensi yang dibudidayakan itu tidak ada.
Penulis: Taufik Nuhuyanan | Editor: Milna Sari
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sorong/foto/bank/originals/20230809_Kocu.jpg)
TRIBUNSORONG.COM, SORONG - Pj Bupati Tambrauw Engelbertus Kocu menjelaskan agenda kegiatan yang dilaksanakan ini untuk mencari pendanaan yang berhubungan dengan konservasi hutan di Kabupaten Tambrauw yang mencapai 80 persen.
"Kabupaten Tambrauw ini dahulu ketika kita masih 1 Kota dan 12 Kabupaten itu kita masih masuk No 4 atau 5 tapi sekarang jadi Papua Barat Daya ini kita Kabupaten Tambrauw menjadi yang paling belakang dari semua baik dari kemiskinan ekstrim hingga stunting," ujar Pj Bupati Tambrauw Engelbertus Kocu kepada TribunSorong.com, di Kota Sorong, Rabu (9/8/2023).
Baca juga: Persiapkan Ikuti Lokakarya Penandaan Anggaran Perubahan Iklim, Pemkab Tambrauw Gelar Workshop Ini
Lanjutnya, Kabupaten Tambrauw menjadi yang terbelakang karena potensi yang dibudidayakan itu tidak ada.
Kondisi topografi Kabupaten Tambrauw cukup berat, karena harus menjaga konservasi dan alam.
Melalui kegiatan ini juga dapat mengidentifikasi anggaran perubahan iklim dari pemerintah kabupaten Tambrauw secara partisipatif dalam periode anggaran 2019, 2020 dan 2021.
Selain itu juga untuk meningkatkan kapasitas pemerintah daerah kabupaten Tambrauw sehingga mampu melakukan proses penandaan anggaran serta mengidentifikasi secara mandiri tantangan dan celah masalah dalam perencanaan dan pelaksanaan program dan kegiatan yang berkaitan dengan perubahan iklim.
Ia juga menambahkan bahwa dapat menjamin iklim di Kabupaten Tambrauw sebagai konservasi.
"Kita bisa jamin itu tapi kira-kira masyarakat bisa dapat apa dulu karena kehidupan masyarakat itu dari alam, tapi kalau misalnya Tambrauw dari APBD sumbangan dari rutan ke dunia dapat misalnya, tidak usah besar-besarlah 20 Miliar ka 30 Miliar cukup yang nantinya kita bagi ke masyarakat agar tidak merusak hutan untuk mengambil apa yang ada di hutan," tuturnya.
Baca juga: Pj Bupati Tambrauw Prioritaskan DBH Migas Buat Pemberdayaan Ekonomi
Bupati Tambrauw itu juga mengungkapkan bahwa memang di Papua Barat Daya ini hanya Kabupaten Tambrauw yang topografinya itu cukup berat, karena ada 6 Distrik di Kabupaten Tambrauw ini yang dapat dijangkau dengan menggunakan helikopter.
"Kami juga berharap melalui kegiatan ini data-data dapat dikumpulkan dengan baik, mungkin kalau memang kali ini kita masuk di nominasi ya mungkin nominasi tahap awal, agar orang-orang diluar juga tahu bahwa Kabupaten Tambrauw juga menjadi daftar penyumbang hutan untuk iklim dunia," pungkasnya.
(tribunsorong.com/taufik nuhuyanan)