Satgas di Maybrat
Buatkan Alat Bantu Pemecah Batu hingga Baksos Kesehatan, Program Satgas Yonif 133/YS di Maybrat
Sebagian masyarakat di wilayah tersebut mata pencahariannya sebagai pemecah batu yang kemudian dijual sebagai bahan material bangunan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sorong/foto/bank/originals/20231010_satgas-yonif-133-ys-di-kampung-ayata.jpg)
TRIBUNSORONG.COM, KUMURKEK - Satgas Yonif 133/YS memberikan bantuan alat pemecah batu untuk warga di Kampung Ayata, Distrik Aifat Timur, Kabupaten Maybrat Papua Barat Daya, Sabtu (7/10/2023) lalu.
Sebagian masyarakat di wilayah tersebut mata pencahariannya sebagai pemecah batu yang kemudian dijual sebagai bahan material bangunan.
Personel Satgas Yonif 133/YS di Pos Ayata yang melaksanakan patroli simpatik sering menjumpai warga yang tangannya terkena palu pada saat bekerja sehingga menjadi luka ata cedera.
Para prajurit tersebut kemudian membuat alat sederhana sebagai alat bantu berupa dua batang balok kayu yang dieratkan menggunakan lengkungan plastik, sehingga dapat mencengkram batu yang akan dipecahkan menggunakan palu agar tidak mengenai tangan.
"Kami membuat alat sederhana guna membantu mempermudah pekerjaan masyarakat di Kampung Ayata ini," ujar Danpos Ayata Letda Inf Andi Irwanto dikutip dari Tim Penerangan Satgas Yonif 133/YS.
Paskalina Assem (47), seorang pemecah batu berterima kasih atas bantuan peralatan yang diberikan.
"Kami merasa terbantu dengan alat sederhana yang bapak-bapak TNI berikan kepada kami, sehingga kami tidak luka lagi pada saat memecah batu," kata Assem.
Baksos kesehatan
Selain membantu hal-hal sederhana untuk masyarakat, Satgas 133/YS juga menggelar program patroli pelayanan kesehatan.
Pada Senin (9/10/2023), para prajurit membuka bakti sosial kesehatan di Kampung Afkrem, Distrik Aitinyo.
Program tersebut dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian sekaligus upaya TNI untuk menjaga hubungan serta komunikasi yang baik dengan masyarakat.
Melalui program tersebut keberadaan Satgas Yonif 133/YS diharapkan dapat menjadi solusi atas kesulitan masyarakat dalam hal kesehatan, lantaran akses mereka terhadap sejumlah fasilitas kesehatan memang cukup terbatas.
“Program patroli kesehatan kali ini dilaksanakan sesuai dengan program yang telah diinstruksikan Danyonif 133/YS terkait masalah kesehatan dan juga sebagai wujud cinta serta kepedulian kami terkait masalah kesehatan di wilayah Papua,” kata Danpos Afkrem Kapten Inf Aliyas Yakub.
Habel (47), warga Kampung Afkrem berharap agar program ini dapat rutin digelar.
"Kami sangat terbantu dengan adanya program ini sehingga mengetahui kondisi kesehatan kami,” katanya. (*/tribunsorong.com)