Wisata Raja Ampat

Menyelami Pesona Danau Ubur-Ubur Tanpa Sengatan di Lenmakana Misool Selatan Raja Ampat

Berada di Distrik Misool Selatan, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, Danau Ubur-ubur Lenmakana memiliki pesona yang eksotis.

Penulis: Willem Oscar Makatita | Editor: Ilma De Sabrini
GEOPARK RAJA AMPAT
Danau Ubur-ubur Lenmakana, Misool Selatan Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya. 

TRIBUNSORONG.COM, WAISAI - Berada di Distrik Misool Selatan, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, Danau Ubur-ubur Lenmakana memiliki pesona yang eksotis.

Jenis Hewan yang tak memiliki tulang punggung ini hidup bergerombol di suatu laguna atau danau air asin di Misool Selatan.

Baca juga: Geosite Piaynemo Geopark Raja Ampat, Warisan Geologi yang Ramai Dikunjungi Wisatawan

Uniknya, ubur-ubur yang terkenal dengan racun sengatannya itu, justru di Lenmakana, hewan invertebrata ini sama sekali tidak memiliki sengatan.

Ubur-ubur Lenmakana sangat ramah dengan manusia, terlebih dengan wisatawan yang datang menikmati pesona Lenmakana. Wisatawan juga bisa mandi dan bermain dengan ubur-ubur yang menggemaskan ini.

Baca juga: Pasir Timbul Mansuar Raja Ampat Warisan Geologi, Masuk Kriteria Situs Bernilai Nasional

Ada beberapa danau ubur-ubur tanpa sengatan di pulau Misool, saat ini hanya dua lokasi yang diizinkan diekspolor yaitu Danau Ubur-ubur Lenmakana dan Danau Ubur-ubur Tomolol.

Dilansir dari laman resmi Geopark Raja Ampat, kompleks Kepulauan Kars di tenggara pantai timur Pulau Misool merupakan bentang alam asal-pelarutan yang melibatkan batu gamping Zaag yang berumur Eosen Tengah hingga Oligosen. 

Sebuah Atol yang terangkat pada akhir Plistosen membentuk laguna tua yang dikelilingi oleh bukit-bukit batu gamping berbangun kerucut. 

Selama kurun waktu yang panjang, laguna yang terisolir ini mengalami pengenceran oleh air hujan, sehingga salinitas air laut menurun dan berubah menjadi payau. 

Baca juga: Keistimewaan Geopark Raja Ampat Menurut Ahli Pusat Riset Sumberdaya Geologi BRIN

Ubur-ubur laut berwarna kuning yang tidak beracun atau stingless, telah berhabitat di dalam laguna dan menyesuaikan diri dengan lingkungannya yang berair payau.

Permukaan laguna yang berfluktuasi mengikuti pasang surut laut di perairan di luar laguna ini menunjukkan bahwa sistem percelah-retakan (kekar) yang berada di bawah permukaan laut telah menjaga sirkulasi air di laguna.

Jika Anda penyuka wisata bawah air, maka Danau Ubur-ubur Lenmakana bisa menjadi pilihan destinasi wisata yang Anda kunjungi di Raja Ampat. (tribunsorong.com/willem oscar makatita)

Sumber: TribunSorong
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved