Kabar Maybrat
Perjalanan Panjang Pasukan Polres Maybrat Menengok Kampung Aisa yang Tak Berpenghuni
Kapolres Maybrat Kompol Ruben Obet Kbarek bersama anggotanya berjalan kaki berkilo-kilo menuju Kampung Aisa, Distrik Aifat Timur Jauh.
Penulis: Desianus Watho | Editor: Ilma De Sabrini
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sorong/foto/bank/originals/20240202_polres-maybrat-berkunjung-ke-kampung-maybrat.jpg)
TRIBUNSORONG.COM, KUMURKEK - Kapolres Maybrat Kompol Ruben Obet Kbarek bersama anggotanya berjalan kaki berkilo-kilo menuju Kampung Aisa, Distrik Aifat Timur Jauh, Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat Daya.
Dia mengatakan, pihaknya ingin berkunjung dan melihat kondisi di sana. Hal itu sebagai upaya kepolisian melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat.
Baca juga: Pangdam Kasuari Utus Prajurit TNI Kawal Pemilu di 31 TPS Maybrat yang Direlokasi
Perjalanjan panjang dan cukup sulit tak menyusutkan semangat para personel Polres Maybrat.
Para personel harus berangkat pukul 05.00 WIT dengan membawa sedikit perbekalan.
"Kami jalan dari Kampung Ayata itu pagi subuh tujuan Kampung Aisa dengan membawa bekal satu anggota satu air mineral dan satu bungkus biskuit. Dalam perjalan bekal kami habis, kami mendapati sungai, di situ kami hanya bisa minum tanpa makan," ujar Ruben Obet Kbarek kepada TribunSorong.com, Rabu (31/1/2024).
Dia mengungkapkan, Kampung Aisa menjadi satu dari sekian kampung yang telah ditinggalkan oleh warganya.
Sesampainya di sana, personel menemukan gereja, kemudian para prajurit berdoa bersama di gereja Kampung Aisa.
"Ketika tiba di Kampung Aisa, rombongan langsung menuju gereja. Di sana kami masuk dan berdoa di dalam gereja itu untuk memberkati kampung dan rumah warga yang tak lagi ada penghuni saat ini," ujarnya.
Baca juga: Proyek Jalan Aimasa-Aisa Maybrat Mandek, Pj Bupati Bersama Dandim dan Kapolres Turun Cek Lokasi
Selesai berdoa di gereja, kata Ruben, pasukannya mengecek kondisi rumah-rumah warga yang tampak reyot dan rusak.
Rumah-rumah warga di sana tampak ditumbuhi rerumputan atu ilalang-ilalang uang sudah meninggi.
Baca juga: Pasukan Yudha Sakti Terbangkan Harapan dari Papua, Bermain Pesawat Kertas Bersama Anak Maybrat
Ruben juga menceritakan bahwa kondisi infrastruktur di kampung tersebut butuh perhatian pemerintah, seperti jalan yang rusak dan ada jembatan yang putus.
"Jika masyarakat diminta kembali ke kampung ini, maka pemerintah harus membangun jalan dan jembatan tersebut terlebih dahulu, sehingga Masyarakat bisa gunakan kendaraan roda dua dan empat untuk pulang ke kampung," katanya (tribunsorong.com/desianus watho)