Minggu, 10 Mei 2026

Kunjungan Wapres di Papua Barat Daya

Pertama di Tanah Papua, Pengurus KDEKS Papua Barat Daya Dikukuhkan

Pengurus KDEKS PBD resmi dikukuhkan oleh Plt Direktur Eksklusif Pengurus KNEKS Taufik Hidayat di Gedung L Jitmau, Kamis (6/6/2024).

Tayang:
Penulis: Petrus Bolly Lamak | Editor: Ilma De Sabrini
zoom-inlihat foto Pertama di Tanah Papua, Pengurus KDEKS Papua Barat Daya Dikukuhkan
TRIBUNSORONG.COM/PETRUS BOLLY LAMAK
Wapres Ma'ruf Amin foto bersama dengan Pengurus Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Papua Barat Daya di Gedung L Jitmau, Kamis (6/6/2024). 

TRIBUNSORONG.COM, SORONG - Pengurus Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Papua Barat Daya resmi dikukuhkan oleh Plt Direktur Eksklusif Pengurus Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Taufik Hidayat di Gedung L Jitmau, Kamis (6/6/2024).

Pengukuhan ini disaksikan langsung oleh Wakil Presiden (Wapres) RI Ma'ruf Amin dan juga Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) John Wempi Wetipo.

Baca juga: Smelter Nikel di KEK Sorong Segera Dibangun, Kadis LHKP Ingatkan Korporasi Patuhi Aturan Lingkungan

Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah Papua Barat Daya diketuai oleh Pj Gubernur Papua Barat Daya Mohammad Musa'ad.

Wapres Ma'ruf Amin mengatakan, ekonomi dan keuangan syariah bukanlah gagasan yang digaungkan demi kepentingan umat Islam semata.

Namun, telah menjadi praktik yang diterima luas oleh semua kelompok masyarakat karena sifat dan hakikatnya yang bukan hanya untuk umat muslim (inklusif), melainkan juga mengedepankan keadilan.

Di tatanan global, negara-negara dengan penduduk mayoritas non-muslim justru telah meraup peluang dan keuntungan dari pesatnya perkembangan ekonomi dan keuangan syariah.

"Sebagai contoh, Brazil, Australia, dan Thailand terdepan dalam ekspor produk makanan halal. Korea Selatan dan Jepang juga konsisten mengembangkan pariwisata ramah muslim, bahkan Inggris menjadikan negaranya pusat pasar keuangan Islam," katanya saat menyampaikan sambutan.

Baca juga: Wapres Maruf Amin Tiba di Kota Sorong Papua Barat Daya, Ini Daftar Agendanya

Di dalam negeri, sambung dia, pemerintah mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah sebagai salah satu mesin pertumbuhan ekonomi.

Berbagai wilayah lain telah menuai manfaat ekonomi dan keuangan syariah dalam pembangunan dan pemerataan kesejahteraan.

Baca juga: Harga Emas Anjlok Rp9.000 Hari Ini, Emas Antam Dibandrol Rp1.329.000

Kini saatnya Provinsi Papua Barat Daya untuk menggerakkan potensi wilayah demi mewujudkan Papua Cerdas, Papua Sehat, dan Papua Produktif.

Utamanya, menggandeng masyarakat lokal dan asli Papua, termasuk pelaku UMKM, agar lebih berdaya dan sejahtera.

"Saya telah menyaksikan sendiri kekayaan wilayah ini salah satunya pesona Raja Ampat yang pernah saya kunjungi tahun 2018. Ini baru sedikit potret pariwisata Papua Barat Daya yang berkelas dunia," ucapnya.

Baca juga: Siap-siap! Biaya Admin BCA Bakal Naik Mulai 19 Januari 2024, Cek Tarif Terbarunya

Di samping itu, kata Wapres, mendorong produk-produk UMKM Indonesia makin berkualitas dan membanjiri pasar ekspor dunia, di samping memenuhi pasar dalam negeri yang sangat besar.

Ini adalah kesempatan besar dan Provinsi Papua Barat Daya cepat mengambil peluang ini dengan membentuk KDEKS pertama di tanah Papua.

Istimewanya, sebagai provinsi termuda yang belum genap dua tahun, Papua Barat Daya telah menunjukan komitmen tinggi untuk mulai mengakselerasi gerak pertumbuhan ekonomi syariah dan pemerataan kesejahteraan secara selaras, inklusif, dan berkelanjutan. (tribunsorong.com/petrus bolly lamak)

Sumber: TribunSorong
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved