Banjir di Sorong
Banjir Rendam Kota Sorong, Pegawai Terlambat Ikut Apel HUT Otonomi Daerah
Salah satu lokasi yang terdampak parah adalah kawasan depan Mega Mall Kilometer 8, yang tergenang air setinggi betis orang dewasa.
Penulis: Angela Cindy | Editor: Petrus Bolly Lamak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sorong/foto/bank/originals/20250425_banjir-kota-sorong-2025.jpg)
TRIBUNSORONG.COM, SORONG - Hujan deras yang mengguyur Kota Sorong sejak Kamis malam hingga Jumat pagi, 25 April 2025 kembali memicu banjir di sejumlah titik.
Salah satu lokasi yang terdampak parah adalah kawasan depan Mega Mall Kilometer 8, yang tergenang air setinggi betis orang dewasa.
Baca juga: Penanganan Banjir Kota Sorong, Wali Kota Septinus Lobat Blusukan Cek Progres Normalisasi Sungai
Kondisi ini menyebabkan arus lalu lintas tersendat parah.
Antrean kendaraan, terutama sepeda motor, mengular panjang karena pengendara kesulitan melintasi genangan air yang cukup dalam.
Baca juga: Sinergi Pemkot dan Pemprov Papua Barat Daya, Atasi Banjir Lewat Normalisasi Sungai
Sebagian memilih memutar arah demi keselamatan, namun tidak sedikit pula yang nekat menerobos banjir demi mengejar waktu.
Petugas kepolisian terlihat berjaga di lokasi untuk membantu mengatur lalu lintas dan memastikan situasi tetap kondusif.
“Ini sudah sering terjadi kalau hujan deras. Drainasenya memang sudah lama bermasalah, nggak mampu menampung air,” ujar Haminah, seorang warga yang saat itu melintas di lokasi.
Dampak banjir kali ini cukup luas. Banyak pegawai negeri terlambat mengikuti apel Peringatan Hari Otonomi Daerah (HUT Otda) akibat kemacetan yang terjadi.
Aktivitas ekonomi di sekitar Mega Mall juga turut terganggu karena akses kendaraan roda dua dan empat terhambat.
Baca juga: Ramalan Zodiak Leo, Virgo, Libra dan Scorpio Besok Jumat 25 April 2025 : Beruntung Banjir Peluang!
Warga Sorong mendesak pemerintah daerah agar segera mengambil langkah konkret dalam mengatasi persoalan banjir yang kerap terjadi, terutama di kawasan strategis seperti KM 8.
Perbaikan sistem drainase dinilai sebagai solusi utama agar insiden serupa tidak terus terulang di masa mendatang.
“Kami berharap ini jadi perhatian serius. Jangan tunggu parah baru bertindak,” tambah Haminah. (tribunsorong.com/angela cindy)