Infrastruktur Papua Barat Daya
Progres, Lahan dan Nilai Kontrak Pembangunan Kantor Gubernur, DPRP dan MRP di Papua Barat Daya
Komisi II DPR RI menegaskan komitmennya mempercepat pembangunan infrastruktur pemerintahan di Provinsi Papua Barat Daya provinsi termuda di Indonesia.
Penulis: Taufik Nuhuyanan | Editor: Petrus Bolly Lamak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sorong/foto/bank/originals/20250505_gubernur-PBD-dan-Komisi-II-DPR-RI.jpg)
TRIBUNSORONG.COM, SORONG - Komisi II DPR RI menegaskan komitmennya mempercepat pembangunan infrastruktur pemerintahan di Provinsi Papua Barat Daya provinsi termuda di Indonesia.
Langkah ini dilakukan melalui koordinasi intensif dengan kementerian dan lembaga terkait.
Baca juga: Kondisi Aman, Program Jalan: Gubernur Papua Barat Daya Dorong Kepala Daerah Jaga Kamtibmas
Wakil Ketua Komisi II DPR RI Bahtra Banong saat meninjau langsung lokasi pembangunan di Sorong pada Jumat (2/5/2025), menyatakan pihaknya ingin memastikan progres pembangunan berjalan sesuai target.
“Kami sudah beberapa kali memanggil gubernur untuk menyampaikan perkembangan pembangunan. Kini kami turun langsung untuk melihat progresnya dan mendorong percepatan penyelesaian,” ujar Bahtra.
Ia menegaskan, bahwa efisiensi anggaran tidak boleh menghambat pembangunan infrastruktur vital, seperti kantor gubernur, DPRP, dan MRP.
Menurutnya, efisiensi yang dimaksud Presiden Prabowo Subianto lebih ditujukan pada penghematan seremonial, bukan kebutuhan dasar pemerintahan.
“Saat ini Gubernur Elisa Kambu masih berkantor di Balai Kota, dan ini menjadi perhatian serius. Kantor pemerintahan harus segera tersedia agar pelayanan publik berjalan optimal,” tegas Bahtra.
Baca juga: Muswil I Gerakan Rakyat, Ormas Relawan Anies Baswedan Usung Misi dari Papua Barat Daya
Gubernur Elisa Kambu menyampaikan, bahwa pihaknya terus berupaya mempercepat realisasi pembangunan demi mendukung kelancaran pemerintahan dan pelayanan publik di wilayah Papua Barat Daya.
Komisi II berkomitmen terus mengawal pembangunan tiga kantor utama:
Kantor Gubernur
- Progres: 7,67 persen
- Lahan: 17.300 m⊃2; | Bangunan: 6.928 m⊃2; | Kapasitas: 357 orang
- Anggaran: APBN Rp130,1 miliar | Nilai kontrak: Rp150 miliar
Baca juga: Kapolda Papua Barat Daya: Kasus Surat NFRPB Masuk Kategori Makar
Kantor DPRP
- Progres: 6,12 persen
- Lahan: 8.700 m⊃2; | Bangunan: 7.048 m⊃2; | Kapasitas: 266 orang
- Anggaran: APBD Rp144,5 miliar | Nilai kontrak: Rp164,3 miliar
Kantor MRP
- Progres: 2,66 persen
- Lahan: 5.000 m⊃2; | Bangunan: 2.642 m⊃2; | Kapasitas: 103 orang
- Anggaran: APBN Rp54,6 miliar | Nilai kontrak: Rp61,3 miliar (tribunsorong.com/taufik nuhuyanan)
| Papua Barat Daya Masih Dominan Hujan Ringan, Maybrat Hujan Petir, Prakiraan Cuaca Sabtu, 3 Mei 2025 |
|
|---|
| 4 Masalah Krusial di Kota Sorong Ibu Kota Papua Barat Daya Versi Aliansi Mahasiswa |
|
|---|
| Keluh Kesah Buruh Asal Papua Barat Daya Direkrut Perusahaan di Maluku, Hak-hak BPJS Diabaikan |
|
|---|
| UPDATE Massa Bakar Ban di Kantor Gubernur Papua Barat Daya Imbas Tak Bertemu Kepala Daerah |
|
|---|