Pembubaran PT
Rapat Umum Pemegang Saham, PT. Irian Amina Energi di Aimas Sorong Dibubarkan
RUPS PT. Irian Amina Energi digelar di kantor perusahaan, Jalan Trikora, Malawili, Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, Selasa (12/5/2026).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sorong/foto/bank/originals/20260515_rups-pembubaran-pt-irian-amina-energi.jpg)
TRIBUNSORONG.COM, AIMAS - Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT. Irian Amina Energi digelar di kantor perusahaan, Jalan Trikora, Kelurahan Malawili, Distrik Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, Selasa (12/5/2026).
Rapat dihadiri pemegang saham, yaitu James Arthur Tatiorim selaku direktur utama dan Julius Tatiorim selaku komisaris.
Baca juga: Puluhan Perusahaan Masuk Wajib Pajak Alat Berat, BPPKAD Papua Barat Daya Optimalisasi Potensi PAD
James selaku pimpinan rapat mengatakan, rapat dihadiri atau diwakili 25 persen saham yang ditempatkan dan disetor penuh oleh perseroan hingga saat ini, yaitu sebanyak 250 lembar saham.
Berdasarkan hal itu, rapat ini sah susunannya dan berhak mengambil keputusan mengenai segala hal yang dibicarakan, walaupun tidak diadakan panggilan terlebih dahulu dengan surat tercatat atau iklan dalam surat kabar.
Baca juga: Realisasi Investasi Papua Barat Daya 2025 Over Target: Konservasi dan Keamanan Masih jadi Kendala
Adapun rangkaian rapat, yaitu pembukaan, pernyataan pembubaran dinyatakan bahwa PT. Irian Amina Energi, pembubaran sebelum operasional berjalan, serta menunjuk James Arthur Tatiorim sebagai likuidator.
Setelah melalui serangkaian pembahasan menyeluruh, rapat memutuskan membubarkan PT. Irian Amina Energi.
Untuk maksud tersebut, para pemegang saham setuju memberikan kuasa guna mengesahkan keputusan rapat berikut perubahan anggaran dasarnya apabila diperlukan dalam bentuk akta notariil kepada James Arthur Tatiorim. (*/tribunsorong.com)
| Peringatan Bagi Pemilik Pelat Luar! Pemprov Papua Barat Daya Mulai Tertibkan Pajak Kendaraan |
|
|---|
| Beri Contoh bagi Warga, Gubernur Papua Barat Daya Datangi Kantor Pajak Laporkan SPT |
|
|---|
| Lokakarya PAD Papua Barat Daya Hasilkan 3 Target Konkret untuk Reformasi Pendapatan Daerah |
|
|---|
| Proyeksi Pendapatan Papua Barat Daya 2026 Rp1,08 Triliun, Kondisi Fiskal Terus Menurun Sejak 2023 |
|
|---|