Jumat, 8 Mei 2026

Hari Amal Bakti

Wagub Papua Barat Daya Ahmad Nausrau Pimpin Upacara Hari Amal Bakti Ke-80 Kemenag di Aimas

Upacara peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia di Alun-alun Aimas, Kabupaten Sorong, Senin (5/1/2026).

Tayang:
zoom-inlihat foto Wagub Papua Barat Daya Ahmad Nausrau Pimpin Upacara Hari Amal Bakti Ke-80 Kemenag di Aimas
TribunSorong.com/Taufik Nuhuyanan
UPACARA - Upacara peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia di Alun-alun Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, Senin (5/1/2026). 

Ringkasan Berita:

TRIBUNSORONG.COM, AIMAS - Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya menggelar upacara peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia di Alun-alun Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, Senin (5/1/2026).

Upacara dipimpin Wakil Gubernur Papua Barat Daya Ahmad Nausrau sekaligus membacakan sambutan tertulis Menteri Agama RI Nasaruddin Umar.

Baca juga: Pohon Besar Depan Kantor KPU Papua Barat Daya Tumbang Timpa Kabel Listrik, Percikan Api Bikin Panik

Menteri Agama menegaskan, bahwa peringatan HAB ke-80 mengusung tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju”. 

Tema ini menekankan kerukunan bukan sekadar ketiadaan konflik, melainkan energi kebangsaan mendorong kemajuan.

“Kerukunan adalah sinergi produktif, di mana perbedaan identitas, keyakinan, dan latar belakang sosial dirajut menjadi kekuatan kolaboratif untuk membangun bangsa,” ujar Ahmad Nausrau saat membacakan sambutan.

Baca juga: Muslimat Hidayatullah Papua Barat Daya Gelar Muswil I, Fokus Perkuat Ketahanan Keluarga 

Ia menegaskan, kehadiran Kementerian Agama sejak awal berdirinya Republik Indonesia merupakan kebutuhan nyata bagi bangsa yang majemuk.

Kementerian Agama lahir dari semangat kebersamaan seluruh komponen bangsa untuk menjaga kehidupan beragama yang damai, adil, rukun, dan sejahtera dalam bingkai kebangsaan.

Memasuki usia 80 tahun, Kementerian Agama terus memperkuat perannya sebagai penjaga nalar agama dalam kehidupan berbangsa.

Peran tersebut meliputi peningkatan kualitas pendidikan agama dan keagamaan, penguatan kerukunan umat beragama berbasis nilai kemanusiaan, pemberdayaan ekonomi umat, serta memastikan agama hadir sebagai solusi atas persoalan bangsa.

Sepanjang tahun 2025, Kementerian Agama membangun fondasi “Kemenag Berdampak” melalui transformasi digital layanan keagamaan yang lebih transparan, cepat, dan mudah diakses masyarakat.

Baca juga: PW Fatayat NU Papua Barat Daya Gelar ToT Dai’yah, Dorong Dakwah Moderat dan Responsif Isu Perempuan

Penguatan ekonomi umat juga dilakukan melalui pesantren serta pengelolaan zakat, wakaf, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lintas agama.

Di bidang pendidikan, madrasah, sekolah keagamaan, dan perguruan tinggi keagamaan menunjukkan peningkatan kualitas signifikan sehingga tidak lagi dipandang sebagai pilihan kedua.

Baca juga: Wajah Ibu Kota Papua Barat Daya Berhias Sampah di Awal Tahun 2026, Ini Penyebabnya

Inovasi kurikulum dan penguatan sarana prasarana menempatkan lembaga pendidikan Kementerian Agama sejajar dengan standar pendidikan nasional.

Menteri Agama juga menyoroti tantangan zaman, termasuk pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di era VUCA.

ASN Kementerian Agama didorong untuk berperan aktif mewarnai teknologi AI dengan nilai-nilai keagamaan yang moderat, sejuk, dan mencerahkan.

Sumber: TribunSorong
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved