Sorong Selatan
Potret Persalinan di Sorong Selatan: Ibu Lulusan SMP ke Atas Lebih Melek Layanan Medis
Pilihan masyarakat Kabupaten Sorong Selatan dalam menentukan penolong persalinan tidak hanya dipengaruhi oleh ketersediaan layanan kesehatan.
Penulis: Astri | Editor: Petrus Bolly Lamak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sorong/foto/bank/originals/20260120_ketua-IBI-Sorong-selatan.jpg)
Ringkasan Berita:
- Pilihan masyarakat Kabupaten Sorong Selatan dalam menentukan penolong persalinan tidak hanya dipengaruhi oleh ketersediaan layanan kesehatan, tetapi juga erat kaitannya dengan tingkat pendidikan, kondisi ekonomi, serta faktor budaya dan kepercayaan lokal.
- Dari sisi pendidikan, ibu dengan latar belakang pendidikan SMP ke atas memiliki kecenderungan jauh lebih tinggi melahirkan dengan bantuan tenaga kesehatan, yakni 46,9 persen.
TRIBUNSORONG.COM, TEMINABUAN - Pilihan masyarakat Kabupaten Sorong Selatan dalam menentukan penolong persalinan tidak hanya dipengaruhi oleh ketersediaan layanan kesehatan, tetapi juga erat kaitannya dengan tingkat pendidikan, kondisi ekonomi, serta faktor budaya dan kepercayaan lokal.
Baca juga: Persalinan Lewat Nakes di Sorong Selatan Rendah, IBI Ungkap Alasan Utamanya
Hal tersebut tercermin dalam data Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Sorong Selatan Tahun 2025 yang menunjukkan adanya kesenjangan cukup tajam dalam pemanfaatan tenaga kesehatan sebagai penolong persalinan.
Dari sisi pendidikan, ibu dengan latar belakang pendidikan SMP ke atas memiliki kecenderungan jauh lebih tinggi melahirkan dengan bantuan tenaga kesehatan, yakni 46,9 persen.
Baca juga: Wilayah Kerja KUA Teminabuan Sorong Selatan Luas, Lengkapi Dokumen Ini Agar Daftar Nikah Lancar
Sebaliknya, ibu dengan pendidikan SD ke bawah hanya 7,31 persen yang menggunakan jasa tenaga medis saat persalinan.
Kondisi tersebut mengindikasikan tingkat literasi dan pemahaman kesehatan masih menjadi faktor penting dalam pengambilan keputusan saat melahirkan.
Sementara jika ditinjau dari aspek ekonomi, pola pemanfaatan tenaga kesehatan di Sorong Selatan tidak sepenuhnya berbanding lurus dengan tingkat pengeluaran rumah tangga.
Kelompok 40 persen menengah justru menjadi yang paling dominan menggunakan tenaga kesehatan, dengan persentase mencapai 54,5 persen.
Adapun kelompok 40 persen terbawah dan 20 persen teratas memiliki persentase lebih rendah dan hampir setara, yakni di kisaran 30 persen.
Baca juga: 3 Penyebab Angka Pernikahan di KUA Sorong Selatan Menurun Drastis 2 Tahun Terakhir, Peran Usia Catin
Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Sorong Selatan Bdn. Magdalena Bulan sepakat faktor ekonomi bukan satu-satunya yang menjamin pemanfaatan layanan kesehatan formal.
Menurutnya, kebiasaan dan kepercayaan masyarakat masih sangat berpengaruh, bahkan pada kelompok ekonomi yang relatif mampu.
“Masyarakat di pelosok kebanyakan mempercayakan persalinan kepada dukun beranak karena faktor hubungan batin. Dukun itu sudah lama hidup bersama masyarakat, sehingga ada rasa percaya yang kuat,” katanya, Senin (19/1/2026).
Masyarakat cenderung mengikuti saran tokoh atau orang yang dianggap berpengaruh di kampung, termasuk dukun beranak.
Mengakibatkan kurangnya rasa percaya kepada tenaga kesehatan.
Sementara menurut Magdalena generasi dukun beranak saat ini sebagian besar sudah tidak lagi mendapatkan pembinaan kesehatan yang memadai, sehingga menimbulkan risiko serius terhadap keselamatan ibu dan bayi.
“Kami harus bekerja sama dan berkoordinasi dengan dukun beranak. Pendekatan ini penting untuk membangun kepercayaan masyarakat,” ujarnya. (tribunsorong.com/astri)
| Ramalan Zodiak Keuangan Hari Ini Selasa 20 Januari 2026: Gemini Renovasi Rumah, Pisces Cerdas |
|
|---|
| Pemkot Sorong Naikkan TPP ASN 2026, Ini Syarat-syaratnya |
|
|---|
| Optimalkan Pelayanan di 259 Kampung, Pemkab Maybrat Terapkan Absensi Manual bagi ASN |
|
|---|
| ICMI Papua Barat Daya Fokus Garap Persoalan Strategis dan Keumatan di Raker Perdana |
|
|---|
| Lokasi Kabur Terdeteksi, Polres Sorong Perkuat Koordinasi Buru Terduga Pelaku Penikaman Depan Gereja |
|
|---|