Jumat, 12 Juni 2026

Sorong Selatan

Potret Persalinan di Sorong Selatan: Ibu Lulusan SMP ke Atas Lebih Melek Layanan Medis

Pilihan masyarakat Kabupaten Sorong Selatan dalam menentukan penolong persalinan tidak hanya dipengaruhi oleh ketersediaan layanan kesehatan.

Tayang:
Penulis: Astri | Editor: Petrus Bolly Lamak
zoom-inlihat foto Potret Persalinan di Sorong Selatan: Ibu Lulusan SMP ke Atas Lebih Melek Layanan Medis
TribunSorong.com/Astri
KETUA IBI SORSEL - Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Sorong Selatan Bdn. Magdalena Bulan sepakat faktor ekonomi bukan satu-satunya yang menjamin pemanfaatan layanan kesehatan formal. 
Ringkasan Berita:
  • Pilihan masyarakat Kabupaten Sorong Selatan dalam menentukan penolong persalinan tidak hanya dipengaruhi oleh ketersediaan layanan kesehatan, tetapi juga erat kaitannya dengan tingkat pendidikan, kondisi ekonomi, serta faktor budaya dan kepercayaan lokal.
  • Dari sisi pendidikan, ibu dengan latar belakang pendidikan SMP ke atas memiliki kecenderungan jauh lebih tinggi melahirkan dengan bantuan tenaga kesehatan, yakni 46,9 persen. 

TRIBUNSORONG.COM, TEMINABUAN - Pilihan masyarakat Kabupaten Sorong Selatan dalam menentukan penolong persalinan tidak hanya dipengaruhi oleh ketersediaan layanan kesehatan, tetapi juga erat kaitannya dengan tingkat pendidikan, kondisi ekonomi, serta faktor budaya dan kepercayaan lokal.

Baca juga: Persalinan Lewat Nakes di Sorong Selatan Rendah, IBI Ungkap Alasan Utamanya

Hal tersebut tercermin dalam data Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Sorong Selatan Tahun 2025 yang menunjukkan adanya kesenjangan cukup tajam dalam pemanfaatan tenaga kesehatan sebagai penolong persalinan.

Dari sisi pendidikan, ibu dengan latar belakang pendidikan SMP ke atas memiliki kecenderungan jauh lebih tinggi melahirkan dengan bantuan tenaga kesehatan, yakni 46,9 persen. 

Baca juga: Wilayah Kerja KUA Teminabuan Sorong Selatan Luas, Lengkapi Dokumen Ini Agar Daftar Nikah Lancar

Sebaliknya, ibu dengan pendidikan SD ke bawah hanya 7,31 persen yang menggunakan jasa tenaga medis saat persalinan.

Kondisi tersebut mengindikasikan tingkat literasi dan pemahaman kesehatan masih menjadi faktor penting dalam pengambilan keputusan saat melahirkan.

RUANG BERSALIN - Ruang bersalin RSUD Scholoo Keyen Kabupaten Sorong Selatan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sorong Selatan menunjukan persentasenya baru mencapai 40,7 persen atau sekitar 4 dari 10 perempuan usia produktif pernah kawin  melahirkan dengan bantuan tenaga medis profesional.
RUANG BERSALIN - Ruang bersalin RSUD Scholoo Keyen Kabupaten Sorong Selatan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sorong Selatan menunjukan persentasenya baru mencapai 40,7 persen atau sekitar 4 dari 10 perempuan usia produktif pernah kawin melahirkan dengan bantuan tenaga medis profesional. (TribunSorong.com/Astri)

Sementara jika ditinjau dari aspek ekonomi, pola pemanfaatan tenaga kesehatan di Sorong Selatan tidak sepenuhnya berbanding lurus dengan tingkat pengeluaran rumah tangga.

Kelompok 40 persen menengah justru menjadi yang paling dominan menggunakan tenaga kesehatan, dengan persentase mencapai 54,5 persen. 

Adapun kelompok 40 persen terbawah dan 20 persen teratas memiliki persentase lebih rendah dan hampir setara, yakni di kisaran 30 persen.

Baca juga: 3 Penyebab Angka Pernikahan di KUA Sorong Selatan Menurun Drastis 2 Tahun Terakhir, Peran Usia Catin

Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Sorong Selatan Bdn. Magdalena Bulan sepakat faktor ekonomi bukan satu-satunya yang menjamin pemanfaatan layanan kesehatan formal. 

Menurutnya, kebiasaan dan kepercayaan masyarakat masih sangat berpengaruh, bahkan pada kelompok ekonomi yang relatif mampu.

“Masyarakat di pelosok kebanyakan mempercayakan persalinan kepada dukun beranak karena faktor hubungan batin. Dukun itu sudah lama hidup bersama masyarakat, sehingga ada rasa percaya yang kuat,” katanya, Senin (19/1/2026).

Masyarakat cenderung mengikuti saran tokoh atau orang yang dianggap berpengaruh di kampung, termasuk dukun beranak. 

Mengakibatkan kurangnya rasa percaya kepada tenaga kesehatan

Sementara menurut Magdalena generasi dukun beranak saat ini sebagian besar sudah tidak lagi mendapatkan pembinaan kesehatan yang memadai, sehingga menimbulkan risiko serius terhadap keselamatan ibu dan bayi.

“Kami harus bekerja sama dan berkoordinasi dengan dukun beranak. Pendekatan ini penting untuk membangun kepercayaan masyarakat,” ujarnya. (tribunsorong.com/astri)

Sumber: TribunSorong
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved