Pemkot Sorong
Menuju Smart City, Pemkot Sorong Targetkan Penataan Kota Modern dalam 4 Tahun
Pemerintah Kota (Pemkot) Sorong mulai menata kota secara menyeluruh menuju kota modern berbasis smart city.
Penulis: Ismail Saleh | Editor: Petrus Bolly Lamak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sorong/foto/bank/originals/20260105_wali-kota-dan-wakil-wali-gn.jpg)
Ringkasan Berita:
- Pemerintah Kota (Pemkot) Sorong mulai menata kota secara menyeluruh menuju kota modern berbasis smart city.
- Salah satu fokus utama pembangunan jangka menengah adalah penyediaan ruang terbuka publik dan ruang terbuka hijau (RTH) sebagai sarana sosial sekaligus upaya menekan angka kriminalitas.
- Wali Kota Sorong Septinus Lobat mengatakan, penataan kota menjadi bagian penting dari perubahan yang ingin diwujudkan pemerintah daerah dalam empat tahun ke depan.
TRIBUNSORONG.COM, SORONG - Pemerintah Kota (Pemkot) Sorong mulai menata kota secara menyeluruh menuju kota modern berbasis smart city.
Salah satu fokus utama pembangunan jangka menengah adalah penyediaan ruang terbuka publik dan ruang terbuka hijau (RTH) sebagai sarana sosial sekaligus upaya menekan angka kriminalitas.
Baca juga: Romantic Dinner M Hotel Hadirkan Menu Istimewa hingga Nuansa Pemandangan Indah Kota Sorong
Wali Kota Sorong Septinus Lobat mengatakan, penataan kota menjadi bagian penting dari perubahan yang ingin diwujudkan pemerintah daerah dalam empat tahun ke depan.
Kota Sorong diarahkan menjadi kota modern, tertata, dan memiliki fasilitas publik yang ramah bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Kita ingin Kota Sorong menjadi kota yang modern, smart, dan lebih canggih, dengan penataan kota yang bisa dinikmati masyarakat,” ujar Lobat, Senin (5/1/2026).
Ia menekankan pentingnya memperbanyak ruang terbuka publik dan RTH yang dapat diakses masyarakat, khususnya generasi muda.
Menurutnya, ruang publik tidak hanya berfungsi sebagai tempat bersosialisasi, tetapi juga berdampak positif terhadap keamanan kota.
Sejumlah penelitian, kata dia, menunjukkan bahwa kota dengan banyak taman dan ruang terbuka cenderung memiliki tingkat kriminalitas yang lebih rendah.
Baca juga: Wali Kota Sorong Tegaskan Nakes Harus Siaga 24 Jam di Puskesmas dan Pustu
Anak-anak muda yang memiliki ruang berekspresi dan tempat berkumpul dinilai lebih terarah pada aktivitas positif.
“Kota yang memiliki banyak taman dan ruang terbuka umumnya lebih aman. Anak-anak muda punya tempat nongkrong yang sehat dan aman,” jelasnya.
Ia juga menyinggung meningkatnya kasus kriminalitas, termasuk aksi begal yang sempat terjadi di Kota Sorong.
Baca juga: Pimpin Apel Perdana 2026, Wali Kota Sorong Tegaskan ASN Harus Disiplin dan Profesional
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena berdampak langsung pada rasa aman masyarakat dan citra kota.
“Kalau kota tidak aman, orang takut datang ke Sorong. Ini berbahaya, termasuk bagi wisatawan dan aktivitas ekonomi,” katanya.
Wali Kota menilai keamanan kota berkaitan erat dengan pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Baca juga: HUT Ke-7 Pura Jagat Buana Kerti Kota Sorong: Simbol Kerukunan dan Toleransi Antarumat Beragama
Kota yang aman akan mendorong aktivitas ekonomi hingga malam hari dan menciptakan lingkungan yang lebih produktif.
“Kalau kota aman, UMKM bisa hidup. Orang bisa keluar malam, ekonomi bergerak. Itu yang kita harapkan,” ujarnya.
Melalui penataan kota, pembangunan smart city, serta penyediaan ruang publik yang inklusif, Pemerintah Kota Sorong berharap dapat mewujudkan kota yang bersih, hijau, aman, sejahtera, dan mampu bersaing dengan kota-kota lain di Indonesia Timur. (tribunsorong.com/ismail saleh)
| Bupati Sorong Selatan Blak-blakan Soal APBD 2026: Belanja Pegawai Masih Dominan |
|
|---|
| Apel Perdana 2026: Momentum ASN Papua Barat Daya Perkuat Profesionalisme |
|
|---|
| Kampung Kerukunan di Sorong, Bukti Toleransi di Papua Barat Daya Bukan Sekadar Jargon |
|
|---|
| Refleksi 80 Tahun HAB Kemenag: Menilik Potensi Pendidikan Keagamaan di Pelosok Papua Barat Daya |
|
|---|