Jumat, 8 Mei 2026

Sosok Hari Ini

Jejak Kaki Sang Gembala: Menelusuri 2 Dekade Pelayanan Mgr. Datus Lega di Keuskupan Manokwari-Sorong

Nama Mgr Hilarion Datus Lega adalah jejak kasih yang mendalam dalam sejarah Gereja Katolik Indonesia, khususnya di Tanah Papua. 

Tayang:
zoom-inlihat foto Jejak Kaki Sang Gembala: Menelusuri 2 Dekade Pelayanan Mgr. Datus Lega di Keuskupan Manokwari-Sorong
TribunSorong.com/Tidak Ada
USKUP - Mgr Hilarion Datus Lega Uskup Keuskupan Manokwari-Sorong. Ia adalah jejak kasih yang mendalam dalam sejarah Gereja Katolik Indonesia, khususnya di Tanah Papua. 
Ringkasan Berita:
  • Nama Mgr Hilarion Datus Lega adalah jejak kasih yang mendalam dalam sejarah Gereja Katolik Indonesia, khususnya di Tanah Papua
  • Langkah pengabdiannya dimulai saat ia ditahbiskan sebagai imam diosesan Keuskupan Ruteng pada 15 Juni 1984. 
  • Momentum bersejarah terjadi pada 30 Juni 2003, ketika Takhta Suci mengutusnya sebagai Uskup Manokwari-Sorong. 

TRIBUNSORONG.COM, SORONG - Nama Mgr Hilarion Datus Lega adalah jejak kasih yang mendalam dalam sejarah Gereja Katolik Indonesia, khususnya di Tanah Papua. 

Baca juga: Kukuhkan Pengurus DPD ICAKAP Papua Barat Daya, Ini Pesan Mgr Hilarion Datus Lega

Lahir di Oeba, Kupang, pada 21 Oktober 1956, ia tumbuh dalam tempaan kesederhanaan dan iman yang teguh fondasi utama yang membawanya pada panggilan pelayanan suci.

Perjalanan Panggilan: Dari Ruteng ke Sorong

Langkah pengabdiannya dimulai saat ia ditahbiskan sebagai imam diosesan Keuskupan Ruteng pada 15 Juni 1984. 

Sejak saat itu, ia bukan sekadar pelayan altar, melainkan gembala yang menyatu dengan denyut kehidupan umat dan peka terhadap dinamika sosial.

Baca juga: Mgr Hilarion Datus Lega Pimpin Misa Syukur 149 Tahun SVD Sekaligus Pembukaan Tahun Yubileum ke-150

Momentum bersejarah terjadi pada 30 Juni 2003, ketika Takhta Suci mengutusnya sebagai Uskup Manokwari-Sorong. 

Menghadapi kompleksitas budaya dan tantangan geografis Papua, ia menerima tahbisan episkopal pada 7 September 2003 dengan penuh kerendahan hati.

Kepemimpinan yang Dialogis dan Tegas

Selama lebih dari dua dekade memimpin Keuskupan Manokwari-Sorong, Mgr. Datus Lega dikenal melalui gaya kepemimpinan yang:

  • Tenang dan Dialogis: Mengedepankan pendekatan personal dalam merangkul keberagaman.
  • Suara Moral: Konsisten menyuarakan keadilan, perdamaian, dan martabat manusia bagi masyarakat Papua.
  • Berpijak pada Pelayanan: Menjadikan Gereja sebagai institusi yang hadir dan berjalan bersama umat.

Kiprah di Tingkat Nasional

Integritas dan kapasitasnya membawa Mgr. Datus Lega dipercaya mengemban berbagai peran strategis di Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), antara lain:

  • Ketua Komisi Komunikasi Sosial (2015–2021).
  • Ketua Dana Solidaritas Antar Keuskupan.
  • Anggota Dewan Moneter I KWI.
  • Sebagai figur senior, ia juga menjadi saksi estafet kepemimpinan Gereja dengan menjadi Uskup Penahbis Pendamping bagi Mgr. Hubertus Leteng (2010) dan Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, O.S.A pada 2025.

Nomen Tuum Glorificetur: Dimuliakanlah Nama-Mu

Semboyan episkopalnya, “Nomen Tuum Glorificetur”, bukan sekadar kata-kata, melainkan napas dari seluruh pelayanannya. 

Ia membuktikan bahwa kepemimpinan sejati tidak diukur dari kekuasaan, melainkan dari kesetiaan untuk melayani hingga akhir. (*/tribunsorong.com)

Sumber: TribunSorong
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved