Sosok Hari Ini
Jejak Kaki Sang Gembala: Menelusuri 2 Dekade Pelayanan Mgr. Datus Lega di Keuskupan Manokwari-Sorong
Nama Mgr Hilarion Datus Lega adalah jejak kasih yang mendalam dalam sejarah Gereja Katolik Indonesia, khususnya di Tanah Papua.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sorong/foto/bank/originals/20260122_hilarion.jpg)
Ringkasan Berita:
- Nama Mgr Hilarion Datus Lega adalah jejak kasih yang mendalam dalam sejarah Gereja Katolik Indonesia, khususnya di Tanah Papua.
- Langkah pengabdiannya dimulai saat ia ditahbiskan sebagai imam diosesan Keuskupan Ruteng pada 15 Juni 1984.
- Momentum bersejarah terjadi pada 30 Juni 2003, ketika Takhta Suci mengutusnya sebagai Uskup Manokwari-Sorong.
TRIBUNSORONG.COM, SORONG - Nama Mgr Hilarion Datus Lega adalah jejak kasih yang mendalam dalam sejarah Gereja Katolik Indonesia, khususnya di Tanah Papua.
Baca juga: Kukuhkan Pengurus DPD ICAKAP Papua Barat Daya, Ini Pesan Mgr Hilarion Datus Lega
Lahir di Oeba, Kupang, pada 21 Oktober 1956, ia tumbuh dalam tempaan kesederhanaan dan iman yang teguh fondasi utama yang membawanya pada panggilan pelayanan suci.
Perjalanan Panggilan: Dari Ruteng ke Sorong
Langkah pengabdiannya dimulai saat ia ditahbiskan sebagai imam diosesan Keuskupan Ruteng pada 15 Juni 1984.
Sejak saat itu, ia bukan sekadar pelayan altar, melainkan gembala yang menyatu dengan denyut kehidupan umat dan peka terhadap dinamika sosial.
Baca juga: Mgr Hilarion Datus Lega Pimpin Misa Syukur 149 Tahun SVD Sekaligus Pembukaan Tahun Yubileum ke-150
Momentum bersejarah terjadi pada 30 Juni 2003, ketika Takhta Suci mengutusnya sebagai Uskup Manokwari-Sorong.
Menghadapi kompleksitas budaya dan tantangan geografis Papua, ia menerima tahbisan episkopal pada 7 September 2003 dengan penuh kerendahan hati.
Kepemimpinan yang Dialogis dan Tegas
Selama lebih dari dua dekade memimpin Keuskupan Manokwari-Sorong, Mgr. Datus Lega dikenal melalui gaya kepemimpinan yang:
- Tenang dan Dialogis: Mengedepankan pendekatan personal dalam merangkul keberagaman.
- Suara Moral: Konsisten menyuarakan keadilan, perdamaian, dan martabat manusia bagi masyarakat Papua.
- Berpijak pada Pelayanan: Menjadikan Gereja sebagai institusi yang hadir dan berjalan bersama umat.
Kiprah di Tingkat Nasional
Integritas dan kapasitasnya membawa Mgr. Datus Lega dipercaya mengemban berbagai peran strategis di Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), antara lain:
- Ketua Komisi Komunikasi Sosial (2015–2021).
- Ketua Dana Solidaritas Antar Keuskupan.
- Anggota Dewan Moneter I KWI.
- Sebagai figur senior, ia juga menjadi saksi estafet kepemimpinan Gereja dengan menjadi Uskup Penahbis Pendamping bagi Mgr. Hubertus Leteng (2010) dan Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, O.S.A pada 2025.
Nomen Tuum Glorificetur: Dimuliakanlah Nama-Mu
Semboyan episkopalnya, “Nomen Tuum Glorificetur”, bukan sekadar kata-kata, melainkan napas dari seluruh pelayanannya.
Ia membuktikan bahwa kepemimpinan sejati tidak diukur dari kekuasaan, melainkan dari kesetiaan untuk melayani hingga akhir. (*/tribunsorong.com)
Papua Barat Daya
Keuskupan Manokwari-Sorong
Mgr Bernardus Bofitwos Baru
Mgr Hilarion Datus Lega
Kupang
Tanah Papua
Katolik
| Buka-bukaan Data LPSE, PJB Sorong Selatan Patahkan Tuduhan Pengondisian Pemenang Proyek Jl. Haimaran |
|
|---|
| Segini Kerugian Negara dalam Kasus Korupsi Pembangunan Dermaga Apung di Manokwari |
|
|---|
| Populasi Hiu Belimbing di Raja Ampat Menurun, Pegiat Konservasi Gigih Pengembangbiakan sejak 2020 |
|
|---|
| Tender Jalan Haimaran Kais Darat Dituding Fiktif, Ini Penjelasan Plt. Kadis PUPR Sorong Selatan |
|
|---|
| Mooring Buoy Dipasang di Perairan Fam Raja Ampat, Gubernur Elisa: Kalau Alam Rusak, Semua Hilang |
|
|---|