Jumat, 22 Mei 2026

Renungan Katolik

Saling Mengampuni Lebih Penting daripada Ego Pribadi: Renungan Katolik Kamis 21 Mei 2026

Dalam sebuah tim sepak bola, kemenangan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu para pemain.

Tayang:
zoom-inlihat foto Saling Mengampuni Lebih Penting daripada Ego Pribadi: Renungan Katolik Kamis 21 Mei 2026
Gambar Buatan AI
RENUNGAN KATOLIK - Gambar ilustrasi buatan AI untuk renungan harian katolik, pada Kamis (21/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Renungan Harian – Kamis Paskah VII, 21 Mei 2026
  • Bacaan I: Kis 22:30;23:6-11
  • Bacaan Injil: Yoh 17:20-26

 

TRIBUNSOORNG.COM, SORONG - Dalam sebuah tim sepak bola, kemenangan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu para pemain.

Tim yang dipenuhi pemain hebat sekalipun bisa gagal bila tidak ada kekompakan, kerja sama, dan persatuan.

Sebaliknya, tim yang bersatu, saling percaya, dan bermain sebagai satu tubuh akan mampu meraih keberhasilan besar.

Baca juga: Sibuk Menghitung Masalah, Lupa Menghitung Berkat: Renungan Katolik Rabu 20 Mei 2026

Demikian pula dalam kehidupan kita sebagai orang beriman.

Tugas mewartakan Injil bukanlah tugas pribadi, melainkan tugas bersama sebagai Gereja. 

Karena itu, persatuan dan persaudaraan menjadi kekuatan utama dalam perjalanan iman dan pelayanan kita.

Tanpa kesatuan, mudah sekali muncul perpecahan, iri hati, saling menjatuhkan, bahkan kehilangan semangat dalam melayani.

Dalam Injil hari ini, Yesus berdoa secara khusus bagi para murid-Nya dan juga bagi kita semua:
“Supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau.” (Yoh 17:21).

Baca juga: Renungan Katolik 19 Mei 2026: Memahami Misteri Kasih Allah Tritunggal Mahakudus

Doa ini menunjukkan betapa pentingnya persatuan di hati Yesus. Kesatuan antara Yesus dan Bapa menjadi dasar dan teladan bagi kesatuan umat beriman.

Yesus sadar bahwa misi keselamatan tidak dijalankan sendirian, tetapi dalam persekutuan kasih dengan Bapa.

Maka, Ia pun menghendaki agar para pengikut-Nya hidup dalam kasih, persaudaraan, dan kesatuan yang kokoh.

Persatuan sejati bukan sekadar berkumpul bersama, tetapi hidup saling menerima, saling menguatkan, dan tetap setia berjalan bersama meskipun ada perbedaan.

Persatuan juga berarti mampu mengampuni, merendahkan hati, dan mengutamakan kepentingan bersama daripada ego pribadi.

Baca juga: Masuk Masa Novena Roh Kudus Waktunya Cas Ulang Iman yang Mulai Redup, Renungan Katolik 18 Mei 2026

Namun, membangun persatuan tidak mudah. Karena itu Yesus mengingatkan bahwa kesatuan hanya mungkin terjadi bila kita tetap tinggal di dalam Dia.

Sumber: TribunSorong
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved