Senin, 1 Juni 2026

PSN di Papua Barat Daya

Gurita Bisnis Sawit di Papua Barat Daya: 250 Ribu Hektare Hutan Terancam Dibabat

Solidaritas masyarakat adat Papua dan mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, Kamis (21/5/2025).

Tayang:
Penulis: Safwan | Editor: Petrus Bolly Lamak
zoom-inlihat foto Gurita Bisnis Sawit di Papua Barat Daya: 250 Ribu Hektare Hutan Terancam Dibabat
TribunSorong.com/Safwan
DEMO - Solidaritas masyarakat adat Papia dan mahasiswa menggelar demonstrasi massa di wilayah Kota Sorong, Papua Barat Daya, Kamis (21/5/2025).(tribunsorong.com/safwan) 
Ringkasan Berita:
  • Solidaritas masyarakat adat Papua dan mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, Kamis (21/5/2025).
  • Massa menolak keras rencana Proyek Strategis Nasional (PSN) dan kehadiran militer di wilayah tersebut.
  • Pantauan TribunSorong.com, massa mulai bergerak dari titik Yohan dan Maranatha menuju Kantor Gubernur Papua Barat Daya pada pukul 11.00 WIT.
  • Sepanjang jalan, massa bergantian untuk orasi.

TRIBUNSORONG.COM, SORONG - Solidaritas masyarakat adat Papua dan mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, Kamis (21/5/2025).

Massa menolak keras rencana Proyek Strategis Nasional (PSN) dan kehadiran militer di wilayah tersebut.

Baca juga: Papua Barat Daya Dapat Jatah 7 Sapi Kurban dari Presiden RI, Jenis Limosin dan Simental

Pantauan TribunSorong.com, massa mulai bergerak dari titik Yohan dan Maranatha menuju Kantor Gubernur Papua Barat Daya pada pukul 11.00 WIT.

Sepanjang jalan, massa bergantian untuk orasi.

Baca juga: Profil Jonas Kelwulan Anggota DPRP Papua Barat Daya Jalur PAW Pengganti Edo Kondologit

Ketua Front Rakyat Domberai Tolak PSN dan Militerisme Musell Safkaur menegaskan, bahwa hak-hak masyarakat sipil terancam dirampas atas nama pembangunan.

"Seperti fakta yang digambarkan dalam Film Pesta Babi, kita di Papua Barat Daya saat ini juga sedang terancam oleh perluasan proyek sawit," ujar Musell saat berorasi.

Berdasarkan data aksi, pembukaan lahan sawit baru direncanakan meluas hingga 211 ribu hektare hutan di Kabupaten Sorong.

Sementara di Kabupaten Maybrat, proyek serupa rencananya akan membabat sekitar 40 ribu hektare hutan adat.

Baca juga: Raja Ampat Berawan, Sorong Selatan Hujan, Cek Prakiraan Cuaca Papua Barat Daya Rabu 20 Mei 2026

Hampir 50 persen wilayah Papua Barat Daya kini dikuasai oleh pelaku eksploitasi sumber daya alam.

“Faktanya, proyek sawit dari Sumatera hingga Papua terbukti tidak pernah menjamin kesejahteraan rakyat," tegas Musell.

Selain hilangnya hutan adat, keberadaan perkebunan sawit dinilai berdampak buruk bagi lingkungan, salah satunya memicu krisis air bersih berkepanjangan bagi warga sekitar konsesi.

Data aksi juga menunjukkan PT Fajar Surya Persada Group tengah berupaya menanamkan investasi perkebunan sawit seluas 98.824,97 hektare di Papua Barat Daya.

Padahal saat ini, sudah ada empat izin konsesi aktif di Sorong Raya, yaitu PT Henrison Inti Persada (HIP), PT Inti Kebun Sejahtera (IKSJ), PT Inti Kebun Sawit (IKS), dan PT Sorong Global Lestari.

"Kami datang mendesak Gubernur Papua Barat Daya membatalkan semua izin konsesi yang baru akan masuk," lanjutnya.

Baca juga: Karantina Papua Barat Daya Musnahkan Barang Ilegal Sitaan, Ini Daftarnya

Dalam aksi tersebut, massa juga mendesak agar pemerintah pusat segera menarik mundur pasukan TNI dari tanah Papua kembali ke Jakarta. (tribunsorong.com/safwan ashari)

Sumber: TribunSorong
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved