Minggu, 12 April 2026

Polemik 3 Pulau Raja Ampat Masuk Malut

Sengketa 3 Pulau Raja Ampat dan Halmahera Tengah Memanas, Senator ARK: Jangan Dibiarkan Berlarut

Masyarakat Pulau Gebe dilaporkan membakar rumah yang dibangun pemerintah bersama masyarakat Raja Ampat di Pulau Sain atau Gene.

Tayang:
Penulis: Ismail Saleh | Editor: Jariyanto
zoom-inlihat foto Sengketa 3 Pulau Raja Ampat dan Halmahera Tengah Memanas, Senator ARK: Jangan Dibiarkan Berlarut
TRIBUNSORONG.COM/TAUFIK NUHUYANAN
SENGKETA 3 Pulau - Anggota DPD RI Dapil Papua Barat Daya Agustinus R Kambuaya di Kota Sorong, Selasa (29/7/2025). Ia mendesak agar sengketa wilayah antara Raja Ampat dan Halmahera Tengah, Maluku Utara terkait tiga pulau segera diselesaikan agar tidak memicu eksklasi konflik makin memanas. 

TRIBUNSORONG.COM, SORONG - Sengketa tiga pulau antara Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya dan Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara (Malut) memanas.

Masyarakat Pulau Gebe dilaporkan membakar rumah yang dibangun pemerintah bersama masyarakat Raja Ampat di Pulau Sain atau Gene.

Baca juga: Respons Gubernur Papua Barat Daya Atas Pembakaran Rumah di Pulau Gebe: Besok Kami Bertemu Kemendagri

Senator DPD RI Dapil Papua Barat Daya Agustinus R. Kambuaya (ARK) menilai, konflik merupakan akumulasi dari proses panjang penyelesaian tapal batas yang tak kunjung tuntas.

Oleh karena itu, ia meminta persoalan itu jangan dibiarkan berlarut-karut, harus segera diselesaikan secepatnya.

“Presiden Prabowo pernah mengambil alih kebijakan Kementerian Dalam Negeri dalam sengketa tapal batas Sumatera dan Aceh. Hal yang sama perlu dilakukan di Raja Ampat, karena lambatnya penanganan hanya akan memperbesar eskalasi konflik,” ujar ARK kepada TribunSorong.com, Senin (22/9/2025).

Fakta di lapangan, lanjutnya, menunjukkan pemerintah dan masyarakat Raja Ampat secara fisik telah menempati ketiga pulau.

Selain itu, dari aspek historis, ketiga pulau itu masuk wilayah adat Kabupaten Raja Ampat.

"Pemerintah pusat jangan berlama-lama membiarkan sengketa tapal batas, karena berpotensi menimbulkan konflik terbuka antarwarga di kedua daerah," ucap ARK. (tribunsorong.com/ismail saleh)

Sumber: TribunSorong
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved