Program Bantuan Pangan
Dirut Bulog ke Sorong, Stok Beras Nasional Aman hingga Tahun Baru 2026
Pasokan beras untuk Papua Barat Daya dikirim bertahap dari Sulawesi Selatan, karena kapal pengangkut tidak bisa berlayar dari Jakarta ke Sorong.
Penulis: Angela Cindy | Editor: Jariyanto
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sorong/foto/bank/originals/20251031_dirut-bulog-ke-sorong.jpg)
TRIBUNSORONG.COM, SORONG - Perum Bulog memastikan stok beras secara nasional Daya aman hingga perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
"Masyarakat tidak perlu khawatir. Ketersediaan beras nasional mencapai 3,8 juta ton," kata Direktur Utama Perum Bulog Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani di Kota Sorong, Papua Barat Daya, Kamis (30/10/2025).
Baca juga: Bulog Sorong Salurkan Banpang Beras dan Minyakita Alokasi Oktober-November 2025, Ini Rinciannya
Dia menjelaskan, pasokan beras untuk Papua Barat Daya dikirim bertahap dari Sulawesi Selatan, karena kapal pengangkut tidak bisa berlayar dari Jakarta ke Sorong.
Sejak Oktober hingga November 2025, Bulog mendorong distribusi dua kali lipat dari kebutuhan bulanan.
"Tujuannya agar stok tetap terjaga jelang Desember, sehingga masyarakat tidak kesulitan mencari beras menjelang akhir tahun," ucap Rizal.
Menurutnya, khusus wilayah Papua Barat Daya, Bulog mencatat ada 43.935 penerima manfaat program Bantuan Pangan (Banpang) periode Oktober–November 2025.
Setiap penerima mendapat 20 kilogram beras dan empat liter Minyakita, dengan total bantuan mencapai 878 ton beras dan 175 kiloliter minyak goreng.
Baca juga: Kearifan Lokal di Tanah Papua Sejalan Penguatan Ketahanan Pangan
Distribusi Banpang hingga ke wilayah terdepan, tertinggal, dan terluar (3T) menjamin kebutuhan pangan seluruh rakyat Indonesia.
"Secara nasional, program Banpang menyasar 18,27 juta penerima, distribusi serentak di seluruh provinsi," ujar Rizal.
Baca juga: Hari Pangan Internasional 2025: Diskusi Sawit hingga Kerusakan Lingkungan di Papua Barat Daya
Selain beras, lanjutnya, Bulog juga menyiapkan pasokan gula pasir dan minyak goreng.
Pendistribusiannya masih menunggu surat pengantar atau delivery order (DO) dari Kementerian Perdagangan RI, karena melalui sistem domestic market obligation (DMO). (tribunsorong.com/angela cindy)
| Sekretaris DP2KB Kota Sorong: Tim Pendampaing Keluarga Ujung Tombak di Akar Rumput |
|
|---|
| Tekan Potensi Kebocoran Angaran, Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu Minta APIP Fokus Preventif |
|
|---|
| Wali Kota Sorong Dukung Kantor BPIP di Papua Barat Daya: Perkuat Karakter yang Mulai Luntur |
|
|---|
| Pemuda Papua Barat Daya Jadilah Agen Perubahan Songsong Indonesia Emas 2045 |
|
|---|
| Baleg DPR RI Bahas RUU BPIP di Papua Barat Daya, Upaya Nasional Perkuat Dasar Ideologis di Daerah |
|
|---|