Demo PT Gag Nikel
Presiden Direktur PT Gag Kabur saat Didemo Warga Raja Ampat: Tuntut Hak Beasiswa hingga Kesehatan
Presiden Direktur PT. Gag Nikel Syarif Faisal Alkadrie kabur menggunakan speedboat lalu pesawat saat tengah didemo mahasiswa dan warga Kampung Gag.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sorong/foto/bank/originals/20260422_Demo-Warga-ke-PT-Gag-Nikel-dan-Antam.jpg)
Ringkasan Berita:
- Mahasiswa dan warga Kampung Gag melakukan aksi protes terhadap pimpinan PT Gag Nikel dan PT Antam untuk menuntut kejelasan hak masyarakat terkait beasiswa, fasilitas kesehatan, serta perbaikan infrastruktur desa, Selasa (21/4/2026).
- Kericuhan terjadi setelah Presiden Direktur PT Gag Nikel, Syarif Faisal Alkadrie, dinilai menghindar dan melarikan diri menggunakan speedboat menuju bandara saat warga ingin menyampaikan aspirasi.
- Warga yang marah sempat mendatangi bandara dan menahan pesawat.
TRIBUNSORONG.COM, SORONG - Presiden Direktur PT Gag Nikel Syarif Faisal Alkadrie kabur dan enggan menemui mahasiswa serta warga Kampung Gag, Distrik Waigeo Barat Kepulauan, Kabupaten Raja Ampat, Selasa (21/4/2026).
Ketua Ikatan Mahasiswa Pelajar Pulau Gag Faisal J Umero mengatakan, awalnya warga dan mahasiswa melakukan aksi agar bisa bertemu petinggi PT Gag, serta PT Antam.
"Kami ingin menyampaikan aspirasi secara damai ke Syarif Faisal Alkadrie, dan pimpinan PT Antam, terkait hak-hak masyarakat," ujar Faisal kepada TribunSorong.com, melalui sambungan telepon, Rabu (22/4/2026).
Kendati demikian, para pimpinan malah tak punya itikad baik dan memilih kabur dari Balai Desa Kampung Gag, menumpang satu speedboat ke bandara untuk naik pesawat.
Baca juga: Intip Kontribusi Raksasa PT Gag Nikel untuk Negara Sejak 2018
Baca juga: Gubernur Elisa Kambu Kunker ke PT Gag Nikel, Bahas Kewajiban Pajak Daerah dan Royalti
Pihaknya menilai, tindakan rombongan yang ingin kabur menuju bandara Kampung Gag, lewat laut adalah bentuk melarikan diri dari ketidakmampuan dan tanggung jawab.
"Kita buat aksi hanya semata-mata meminta kejelasan terkait janji beasiswa kepada anak muda Kampung Gag yang kuliah," katanya.
Pihaknya juga memastikan persoalan jalan di dalam desa yang berlubang dan bersebu, lampu serta internet sering padam di Gag.
"Kita juga mendesak agar Presiden Direktur PT Gag Nikel memberi kepastian soal hak masyarakat mengakses kesehatan," jelasnya.
"Aksi ini bagian dari perjuangan masyarakat menuntut hak kepada pihak perusahaan."
Hanya saja, aspirasi ini enggan didengar dan pimpinan PT Gag Nikel, dan PT Antam lebih memilih kabur menuju bandara lewat laut.
Akibatnya, warga yang marah kemudian menuju ke bandara Kampung Gag, dan sempat menahan pesawat agar tak ditumpangi oleh rombongan ke Sorong.(tribunsorong.com/safwan ashari)