Senin, 8 Juni 2026

Bom Meledak di Biak Papua

Pencarian Korban Bom PD II di Biak Diperpanjang 2 Hari, Radius Penyisiran Diperluas 4 Km

Keputusan diambil memasuki H+7 pasca ledakan yang terjadi pada 31 Mei 2026 lalu, setelah masih adanya tiga korban yang belum ditemukan.

Tayang:
zoom-inlihat foto Pencarian Korban Bom PD II di Biak Diperpanjang 2 Hari, Radius Penyisiran Diperluas 4 Km
Tribun Papua
PASCA LEDAKAN BOM - Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan bersama Bupati Biak Numfor Markus Mansnembra saat meninjau lokasi ledakan bom, Sabtu (6/6/2026). Tim memperpanjang waktu pencarian 3 korban ledakan bom. 

TRIBUNSORONG.COM - Tim gabungan memperpanjang waktu pencarian korban ledakan bom peninggalan Perang Dunia II di Kompleks Perikanan Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua, selama dua hari ke depan. 

Keputusan tersebut diambil memasuki H+7 pasca ledakan yang terjadi pada 31 Mei 2026 lalu, setelah masih adanya tiga korban yang belum ditemukan.

Baca juga: Sterilisasi di Biak, Petugas Temukan Granat Nanas dan Manggis Aktif Sisa Perang Dunia II

Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan mengatakan, perpanjangan waktu pencarian dilakukan berdasarkan hasil evaluasi bersama seluruh unsur tim gabungan yang terlibat di lapangan.

“Hingga hari ini korban meninggal dunia tercatat sebanyak enam orang, sementara tiga korban lainnya masih belum ditemukan sehingga pencarian kembali diperpanjang selama dua hari ke depan,” ujar Kapolres dalam pers rilisnya di Gedung Negara BN1, Sabtu (6/6/2026) malam.

Dalam pencarian, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI-Polri, Tim Jibom, relawan serta unsur terkait lainnya akan memperluas area penyisiran hingga radius sekitar empat kilometer dari titik ledakan. 

Baca juga: Bantu Korban Ledakan Bom di Biak Bangkit, Hotel Ini Siapkan Sembako hingga Lapangan Pekerjaan

Pencarian dilakukan tidak hanya di area ring satu, tetapi juga mencakup wilayah ring dua yang diduga masih terdapat serpihan maupun petunjuk terkait korban.

Kapolres menjelaskan, pada pencarian hari ini tim gabungan kembali menemukan dua potongan tubuh yang diduga bagian dari korban ledakan. Selain itu, petugas juga menemukan sejumlah barang di sekitar lokasi berupa satu unit telepon genggam, tiga dompet, satu buah pisau, gunting medis, pinset medis serta satu unit GPS.

Sementara itu, Tim DVI Polda Papua terus melakukan proses identifikasi terhadap korban. Pada hari ini tim kembali mengambil empat sampel DNA potongan tubuh sehingga total selama dua hari terakhir terkumpul 10 sampel DNA postmortem(potongan tubuh) yang akan dibawa ke Pus Dokkes Polri di Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Di sisi lain, kata Kapolres, Tim Jibom menyatakan area ring satu atau pusat ledakan telah dinyatakan steril 100 persen. Meski demikian, aparat keamanan masih melakukan penjagaan ketat di sekitar lokasi dan masyarakat juga diminta tidak memasuki area tersebut.

Baca juga: Jadwal Kapal Pelni KM Dorolonda Juni 2026: Hari Ini Nabire - Manokwari, Cek Singgah Sorong dan Biak

Kapolres menegaskan, meskipun area utama telah dinyatakan aman dari bahan peledak, proses olah tempat kejadian perkara masih terus dilakukan untuk mencari kemungkinan adanya barang-barang lain yang dapat menjadi petunjuk penyebab ledakan.

"Tim gabungan masih tetap memaksimalkan pencarian dan olah TKP. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak memasuki area ring satu demi keselamatan bersama dan agar proses pencarian berjalan maksimal,” kata Kapolres

Perpanjangan operasi pencarian ini diharapkan dapat membantu menemukan tiga korban yang hingga kini masih dinyatakan hilang sejak peristiwa ledakan yang terjadi sepekan lalu.

Rilis tersebut turut dihadiri Bupati Biak Numfor Markus Mansnembra, Anggota DPR RI Yan P. Mandenas jajaran TNI, Tim Jibom serta Tim DVI Polda Papua. 

Baca juga: Daftar Nama Korban Meninggal dan Hilang Akibat Ledakan Dahsyat di Kompleks Perikanan Biak

Diketahui sebelumnya ledakan bom dugaan sisa perang dunia II yang terjadi di Kompleks Perikanan Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota pada 31 Mei 2026 dan mengakibatkan korban meninggal dunia 6 orang serta 3 korban lainnya hingga H+7 masih belum ditemukan. Selain itu, rumah warga juga mengalami kerusakan parah. 

Sejumlah warga terdampak harus diungsikan dari lokasi dan saat ini berada di Posko Pengungsian yang disiapkan Pemerintah Daerah Kabupaten Biak Numfor. 

Bantuan dari pemerintah dan berbagai organisasi terus berdatangan sebagai bentuk kepedulian kepada warga yang mengalami musibah. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribun-Papua.com dengan judul Temukan Potongan Tubuh Baru, Petugas Tambah Waktu Pencarian Korban Bom Biak

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved