Papua Barat Daya Hari Ini
Papua Barat Daya Perkuat Penanganan Bencana Lewat Bimtek PUSDALOPS PB
Aktivasi Sistem Komando Penanganan Darurat Bencana melalui Bimbingan Teknis PUSDALOPS PB Tahun 2025.
Penulis: Taufik Nuhuyanan | Editor: Petrus Bolly Lamak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sorong/foto/bank/originals/20251203_mvbvbvbw.jpg)
Ringkasan Berita:
- Aktivasi Sistem Komando Penanganan Darurat Bencana melalui Bimbingan Teknis PUSDALOPS PB Tahun 2025.
- Papua Barat Daya memiliki tingkat kerawanan bencana tinggi akibat karakteristik wilayah beragam.
- PUSDALOPS PB memiliki peran strategis sebagai pusat koordinasi, komando, dan komunikasi dalam seluruh tahapan penanggulangan bencana, mulai dari kesiapsiagaan, tanggap darurat hingga pemulihan.
TRIBUNSORONG.COM, SORONG - Dinas Kebakaran Penyelamatan Penanggulangan Bencana dan Satpol PP (DKP2B dan Satpol PP) Papua Barat Daya menggelar Aktivasi Sistem Komando Penanganan Darurat Bencana melalui Bimbingan Teknis PUSDALOPS PB Tahun 2025.
Kegiatan berlangsung selama tiga hari, mulai 3-5 Desember 2025 di Kota Sorong.
Baca juga: DPMPTSP Papua Barat Daya Gelar FGD untuk Perkuat Peran Masyarakat Adat dalam Investasi
Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Keuangan (Ekobang) George Yarangga mengatakan, Papua Barat Daya memiliki tingkat kerawanan bencana tinggi akibat karakteristik wilayah beragam.
“Papua Barat Daya memiliki potensi banjir rob, tanah longsor, kebakaran permukiman dan hutan, gelombang tinggi dan abrasi pesisir, serta gempa bumi dan cuaca ekstrem lainnya,” katanya.
Dalam beberapa tahun terakhir kejadian bencana terus meningkat dan penanganannya semakin kompleks, sehingga dibutuhkan sistem penanggulangan cepat, terintegrasi, responsif, dan berbasis data.
PUSDALOPS PB memiliki peran strategis sebagai pusat koordinasi, komando, dan komunikasi dalam seluruh tahapan penanggulangan bencana, mulai dari kesiapsiagaan, tanggap darurat hingga pemulihan.
Baca juga: Lantik Pengurus Elang Center, Gubernur Papua Barat Daya Tekankan Kolaborasi Pemberdayaan Masyarakat
Pemerintah menargetkan peningkatan kapasitas SDM pengelola kebencanaan, penguatan SOP penanganan bencana, optimalisasi sistem pelaporan dan mekanisme koordinasi dan pengelolaan data dan informasi kebencanaan cepat dan akurat.
Para peserta dibekali pemahaman teknis terkait operasional Call Center Pusdalops, mekanisme pelaporan standar BNPB–BPBD, serta pemanfaatan teknologi seperti Inarisk, DSS, dan sistem informasi operasional BPBD.
Baca juga: 80 Siswa di Raja Ampat Keracunan MBG, Pemprov Papua Barat Daya Hentikan Operasional SPPG Waisai
George menegaskan penanggulangan bencana adalah tanggung jawab bersama, namun pemerintah berkewajiban memastikan perlindungan masyarakat melalui sistem yang kuat dan sesuai regulasi.
“Pemerintah berkomitmen memperkuat kelembagaan BPBD dan Pusdalops, menyiapkan sumber daya memadai, mengembangkan sistem informasi kebencanaan terintegrasi, serta meningkatkan kapasitas SDM secara berkelanjutan,” kata George.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Papua Barat Daya Rabu 3 Desember 2025 : Tambrauw Berawan, Mayoritas Hujan Sedang
Diharapkan, bimtek ini membentuk sistem komando penanganan bencana lebih solid, responsif, dan profesional di Papua Barat Daya. (tribunsorong.com/taufik nuhuyanan)
| Wali Kota Sorong Tinjau 4 Lokasi Relokasi Pedagang Pasar Remu, GOR Masuk Daftar Potensial |
|
|---|
| Tingkatkan Kompetensi dan Wawasan, Kepala Sekolah se-Kabupaten Sorong Digembleng 3 Hari |
|
|---|
| UT Sorong Wisuda 321 Lulusan, Michel Jacson Potolau: Gelar Adalah Awal Berkarya |
|
|---|
| Koperasi Bangun Tambrauw Sejahtera Terima Bantuan Budidaya Lele Bioflok di Fef |
|
|---|
| Densus 88 Beri Edukasi Bahaya Intoleransi kepada Pelajar Pesantren di Sorong |
|
|---|