Sumber Daya Manusia Sorong Selatan
Sorong Selatan Darurat Putus Sekolah: Harapan Kuliah, Tapi Rata-rata Cuma Tamat Kelas 2 SMP
Terdapat kesenjangan yang cukup lebar antara Harapan Lama Sekolah (HLS) dan RLS penduduk di Kabupaten Sorong Selatan.
Penulis: Astri | Editor: Petrus Bolly Lamak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sorong/foto/bank/originals/20260210_kepala-dinas-pendidikan-sorong-selatan-putih.jpg)
Ringkasan Berita:
- Terdapat kesenjangan yang cukup lebar antara Harapan Lama Sekolah (HLS) dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) penduduk di Kabupaten Sorong Selatan.
- BPS Kabupaten Sorong Selatan mencatat HLS pada tahun 2025 mencapai 13,32 tahun, sementara RLS baru berada di angka 8,06 tahun.
- Data ini menggambarkan ekspektasi lama sekolah anak di Sorong Selatan, yakni mencapai jenjang Diploma 1 atau memasuki tahun kedua pendidikan tinggi.
- Capaian pendidikan penduduk saat ini belum sejalan dengan harapan tersebut.
TRIBUNSORONG.COM, TEMINABUAN - Terdapat kesenjangan yang cukup lebar antara Harapan Lama Sekolah (HLS) dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) penduduk di Kabupaten Sorong Selatan.
BPS Kabupaten Sorong Selatan mencatat HLS pada tahun 2025 mencapai 13,32 tahun, sementara RLS baru berada di angka 8,06 tahun.
Baca juga: Bupati Sorong Selatan Serahkan SK Plt untuk 2 Pejabat, Berikut Nama dan Jabatannya
Data ini menggambarkan ekspektasi lama sekolah anak di Sorong Selatan, yakni mencapai jenjang Diploma 1 atau memasuki tahun kedua pendidikan tinggi.
Capaian pendidikan penduduk saat ini belum sejalan dengan harapan tersebut.
Rata-rata penduduk usia 25 tahun ke atas hanya menamatkan pendidikan setara kelas 2 SMP.
Baca juga: Bupati Sorong Selatan Serahkan 5 Mobil Pusling dan 4 Speedboat untuk Layanan Kesehatan
Capaian tersebut menunjukkan rata-rata penduduk belum menyelesaikan program Wajib Belajar 9 Tahun, apalagi Wajib Belajar 12 Tahun.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadispendikbud) Sorong Selatan Hengky Gogoba mengatakan, rendahnya rata-rata lama sekolah dipengaruhi berbagai faktor, terutama kondisi sosial dan geografis wilayah.
“Kalau kita lihat, ini kembali ke orang tua murid dan juga anak-anaknya. Tantangan paling besar itu ada di wilayah pinggiran, khususnya daerah pesisir seperti Kokoda dan Kokoda Utara,” ujarnya.
Menurutnya, keterbatasan akses dan dukungan keluarga masih menjadi persoalan yang dihadapi dunia pendidikan di wilayah tersebut.
Hal ini berdampak pada keberlanjutan sekolah anak, terutama saat memasuki jenjang yang lebih tinggi.
Baca juga: Sopir Ambulans di Sorong Selatan Ditemukan Tergantung, Kirim Foto Terakhir ke Istri yang Lagi Pergi
Staf Perencanaan Dispendikbud Stefen Frets Maromon menambahkan, angka HLS sangat dipengaruhi oleh tingkat partisipasi masyarakat dalam melanjutkan pendidikan.
“Yang dilihat itu angka melanjutkan sekolah, misalnya dari SD ke SMP, lalu SMP ke SMA. Faktor geografis juga sangat menentukan,” ujar Stefen.
Ia menjelaskan, di beberapa wilayah seperti Kokoda Utara, siswa harus pergi ke ibu kota kabupaten (Teminabuan) demi melanjutkan pendidikan ke SMA karena keterbatasan sekolah lanjutan di daerah asal.
Berdasarkan data dapodik, total ada 17 SMA/SMK yang tersebar di beberapa distrik.
Baca juga: Gaji Ditahan hingga Masuk Kelas: Ultimatum Kadispendikbud Sorong Selatan untuk Guru Kokoda Utara
Sedangkan 6 distrik yaitu Sawiat, Fokour, Wayer, Kais Darat, Konda, dan Kokoda Utara, belum memiliki SMA/SMK.
| Bus Alami Gangguan, Siswa di Salawati Sorong Berangkat Sekolah Naik Mobil Patroli |
|
|---|
| Hadir di Dies Natalis Ke-76 GMKI, Mamberob Rumakiek: Saya Ada karena Organisasi Ini |
|
|---|
| 12 Ramalan Zodiak Cinta Hari Ini Minggu 8 Februari 2026: Cancer Calm Down, Sagitarius Romantis |
|
|---|
| 12 Ramalan Zodiak Karier Hari Ini Selasa 10 Februari 2026: Virgo Journaling, Aquarius Kelola Ego |
|
|---|
| 12 Ramalan Zodiak Keuangan Hari Ini Selasa 10 Februari 2026: Leo Banjir Cuan, Virgo Hemat Maksimal |
|
|---|