DOB Imekko
Pesan Bupati Sorong Selatan Menuju DOB Imekko
Petronela Krenak menyampaikan pesan pembangunan daerah dan persiapan menuju pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Imekko.
Penulis: Astri | Editor: Petrus Bolly Lamak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sorong/foto/bank/originals/20251205_ssb.jpg)
Ringkasan Berita:
- Petronela menegaskan pentingnya persatuan masyarakat adat menghadapi rencana pembentukan DOB Imekko.
- Masyarakat mulai mempersiapkan sumber daya manusia untuk menghadapi perubahan dan peluang ketika DOB baru terbentuk.
- Pendukung utama penyusunan peraturan pemerintah mengenai pembentukan DOB Imekko pada 2026.
TRIBUNSORONG.COM, TEMINABUAN - Bupati Sorong Selatan Petronela Krenak menyampaikan pesan pembangunan daerah dan persiapan menuju pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Imekko.
Baca juga: Prioritas Kebutuhan Mendesak, Dinas PUPR Sorong Selatan Genjot Pembangunan Jalan Wilayah Terisolasi
Petronela menegaskan pentingnya persatuan masyarakat adat menghadapi rencana pembentukan DOB Imekko.
“Tidak boleh ada perpecahan dari Kokoda Utara hingga Kais harus kompak,” ujarnya dalam acara Musyawarah Adat I Suku Kaiso Nerigo Yahadian dan Awee Sumbe di Kampung Kais Baru, Distrik Kais, Kamis (4/12/2025).
Baca juga: Pencanangan Bulan Natal di Sorong Selatan Diapresiasi Warga Muslim yang Berpartisipasi
Ia menegaskan, pemerintah akan terus mendukung pelaksanaan musyawarah adat karena masyarakat adat merupakan landasan penting dalam pemerintahan daerah.
Petronela mengakui pembangunan wilayah Imekko tidak mudah karena keterbatasan Dana Alokasi Umum (DAU), namun, ia menilai wilayah tersebut memiliki potensi alam besar.
“Masyarakat harus memahami hal ini. Kita duduk bersama, mengambil keputusan bersama, dan melaksanakannya bersama demi perbaikan ekonomi Sorong Selatan,” katanya.
Ia meminta masyarakat mulai mempersiapkan sumber daya manusia untuk menghadapi perubahan dan peluang ketika DOB baru terbentuk.
Ia berkomitmen menjadi pendukung utama penyusunan peraturan pemerintah mengenai pembentukan DOB Imekko pada 2026.
Baca juga: Dikukuhkan Wabup Sorong Selatan, Pokja PUG Siap Jadi Motor Utama Penguatan Kesetaraan Gender
Ia juga mendukung seluruh kegiatan adat di wilayahnya.
“Wilayah dan suku adalah identitas. Kita harus membuktikan bahwa kita anak adat. Jika adat kuat, pendatang akan menghormati wilayah kita,” ujarnya.
Baca juga: HUT Ke-54 KORPRI di Sorong Selatan, Bupati Minta ASN Tidak Lagi Bekerja dengan Pola Lama
Baik pemerintah maupun perwakilan masyarakat adat sepakat bahwa dialog adalah kunci mempersiapkan masa depan Imekko.
Ketua Panitia Musda I Hasibas Sira menyatakan, dialog penting bagi masyarakat adat untuk membahas berbagai isu strategis.
“Kami berharap pemerintah membuka ruang dialog agar tercapai kesepakatan yang menguntungkan semua pihak. Penyerapan tenaga kerja penting, tetapi masyarakat juga membutuhkan bimbingan agar berdaya di tanahnya sendiri,” kata Hasibas. (tribunsorong.com/astri)