Program Makan Bergizi Gratis
Program MBG Parkir: Kehadiran dan Semangat Siswa di Sorong Selatan Anjlok
Kehadiran siswa dilaporkan menurun, bahkan saat ujian tengah semester (UTS) berlangsung.
Penulis: Astri | Editor: Petrus Bolly Lamak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sorong/foto/bank/originals/20260423_kbdfdbd.jpg)
Ringkasan Berita:
- Penghentian sementara operasional seluruh SPPG di Kabupaten Sorong Selatan mulai berdampak.
- Kehadiran siswa dilaporkan menurun, bahkan saat ujian tengah semester (UTS) berlangsung.
- Kondisi ini terlihat di beberapa sekolah, salah satunya SD Negeri 15 Wermit.
- Sebanyak 274 siswa di sekolah tersebut merupakan penerima manfaat dari SPPG Wermit.
- Selama program MBG berjalan, pihak sekolah mengaku tidak mengalami kendala.
TRIBUNSORONG.COM, TEMINABUAN - Penghentian sementara operasional seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Sorong Selatan mulai berdampak pada aktivitas belajar siswa di sejumlah sekolah di Teminabuan.
Kehadiran siswa dilaporkan menurun, bahkan saat ujian tengah semester (UTS) berlangsung.
Kondisi ini terlihat di beberapa sekolah, salah satunya SD Negeri 15 Wermit.
Baca juga: Kota Sorong Berawan Sorong Selatan Hujan, Cek Prakiraan Cuaca Papua Barat Daya Kamis 23 April 2026
Sekolah ini sebelumnya menjadi lokasi peluncuran program MBG oleh pemerintah daerah pada Agustus tahun lalu.
Sebanyak 274 siswa di sekolah tersebut merupakan penerima manfaat dari SPPG Wermit.
Selama program MBG berjalan, pihak sekolah mengaku tidak mengalami kendala.
Baca juga: Seluruh Dapur MBG Sorong Selatan Disetop Sementara, Ada Apa?
Kepala SD Negeri 15 Wermit Dolvina Naa mengatakan, kehadiran siswa menjadi tidak stabil sejak program dihentikan.
“Sejak MBG dihentikan, setiap hari ada 10 hingga 13 siswa yang tidak masuk, bahkan saat ujian,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).
Ia mengaku pihak sekolah tidak mengetahui alasan pasti penghentian program tersebut.
“Orang tua juga bertanya kenapa MBG tidak berjalan lagi. Kami hanya mendapat informasi bahwa program dihentikan sementara dan akan dilanjutkan,” katanya.
Dampak serupa juga dirasakan di tingkat menengah, seperti di SMK Yapis Teminabuan yang memiliki 587 siswa penerima layanan dari dapur SPPG Wernas.
Kepala SMK Yapis Teminabuan Ansar Azis Sija menyebut siswa menjadi kurang bersemangat sejak program dihentikan.
“Siswa belajar dari pagi hingga pukul 15.00. Mereka sering keluar sekolah karena lapar. Program MBG sangat membantu,” ujarnya.
Baca juga: Musrenbang Sorong Selatan 2026 Tetapkan 1.227 Sub-Kegiatan
Ia menambahkan, penghentian sementara diduga karena persyaratan dapur yang belum terpenuhi.
“Soal dapur menjadi kewenangan Badan Gizi Nasional. Sekolah hanya menerima manfaat,” jelasnya.
| 472 Mahasiswa OAP Terima Bantuan Studi Akhir dari Pemprov Papua Barat Daya |
|
|---|
| Tak Lolos PPPK, Eks Honorer Palang Kantor DPPLH: Pemkot Sorong Mediasi |
|
|---|
| 5 RSUD di Papua Barat Daya Dapat Bantuan Rp10 M lebih pada 2025, Layanan Kesehatan Membaik? |
|
|---|
| Kunjungi Pulau Gag, Dirut ANTAM Tekankan Pendekatan Dialog dalam Operasional Tambang |
|
|---|
| 12 Ramalan Zodiak Kesehatan Besok Jumat 24 April 2026: Scorpio Overthinking, Aquarius Iritasi Mata |
|
|---|