Jumat, 5 Juni 2026

Gempita Bola Dunia 2026 di Sorong Raya

Lapak Dadakan Atribut Piala Dunia 2026 Mulai Menjamur di Sorong Selatan

Euforia Piala Dunia 2026 mulai terasa di Teminabuan, Kabupaten Sorong Selatan. 

Tayang:
Penulis: Astri | Editor: Petrus Bolly Lamak
zoom-inlihat foto Lapak Dadakan Atribut Piala Dunia 2026 Mulai Menjamur di Sorong Selatan
TribunSorong.com/Astri
EUFORIA PIALA DUNIA 2026 - Salah satu penjual atribut suporter piala dunia di Teminabuan, Kabupaten Sorong Selatan, menawarkan berbagai perlengkapan pendukung tim favorit, mulai dari bendera, baju hingga topi. (tribunsorong/astri) 

Ringkasan Berita:
  • Euforia Piala Dunia 2026 mulai terasa di Teminabuan, Sorong Selatan.
  • Pedagang musiman mulai menjual atribut sepak bola di pinggir jalan.
  • Penjualan bendera dan baju tim favorit mendapat antusiasme tinggi.
  • Pedagang memanfaatkan momentum viral untuk meraih keuntungan ekonomi.

TRIBUNSORONG.COM, TEMINABUAN - Euforia Piala Dunia 2026 mulai terasa di Teminabuan, Kabupaten Sorong Selatan

Sejumlah penjual atribut Piala Dunia 2026 mulai bermunculan menawarkan berbagai perlengkapan pendukung tim favorit, mulai dari bendera, baju, hingga topi.

Salah satunya adalah pasangan suami istri yang membuka lapak dadakan di pinggir jalan depan Bandara Teminabuan.

Baca juga: Alasan Mamberob Rumakiek Dukung Timnas Belanda di Piala Dunia 2026, Idolakan Sosok Cody Gakpo

Rudi dan istrinya bercerita baru dua hari berjualan, lapak mereka sudah menarik perhatian para penggemar sepak bola dunia.

Mereka mengatakan tidak memiliki pengalaman khusus berjualan atribut olahraga. 

“Hanya ingin memanfaatkan momentum Piala Dunia yang sedang ramai,” katanya, Rabu (3/6/2026).

Sang istri selama ini memang sering menjual barang-barang yang sedang viral atau banyak diminati masyarakat. 

"Ini pertama kali saya jualan atribut seperti ini. Kebetulan saya juga suka dan ikut euforia Piala Dunia," katanya.

Baca juga: Sulap Nobar Piala Dunia 2026 jadi Panggung Ekonomi, Bupati Paniai Ajak Pelaku Usaha Lokal Beraksi

Selain itu, beberapa temannya juga kerap memesan bendera maupun pakaian tertentu sehingga ia melihat peluang untuk membuka lapak atribut Piala Dunia 2026.

Setiap hari, ia mulai berjualan sekitar pukul 16.00 WIT hingga 18.00 WIT. 

Berbagai atribut sepak bola dipajang di sekitar mobil yang diparkir di tepi jalan agar mudah dilihat pengendara yang melintas.

Harga atribut yang ditawarkan bervariasi, mulai dari puluhan hingga ratusan ribu rupiah, tergantung ukuran dan jenis bahan yang digunakan.

Kata Rudi, antusiasme pembeli cukup tinggi. 

Pada hari pertama berjualan, sekitar sepuluh barang berhasil terjual. Bendera menjadi produk yang paling banyak dicari pembeli. 

"Beberapa stok sudah habis. Jadi mereka pesan, nanti kami datangkan lagi," katanya.

Baca juga: Kesetiaan Ekstrem Anggota DPD RI Hartono: Kalau Prancis Kalah, Saya Mogok Nonton Piala Dunia 2026

Sumber: TribunSorong
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved