Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Maybrat Usul 4 Program Tekan Kemiskinan Ekstrem
Kepala Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Samuel Bless mengatakan, ada empat program yang diusulkan.
Penulis: Desianus Watho | Editor: Jariyanto
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sorong/foto/bank/originals/20230428_maybrat-pandai-berhitung.jpg)
TRIBUNSORONG.COM, KUMURKEK - Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya mengusulkan program strategis dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah 2024.
Baca juga: Mendagri Tito Karnavian Apresiasi Pemkab Maybrat Implementasikan Pendidikan Numerasi Metode Gasing
Musrenbang berlangsung di Gedung Samusiret, Kumurkek, Kamis (4/5/2023).
Kepala Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Samuel Bless mengatakan, ada empat program yang diusulkan.
Baca juga: Kepala Distrik dan OPD di Maybrat Diminta Bergerak Cepat di Era Digital
Pertama, pembangunan pasar induk tiga lantai konstruksi beton di Kampung Sahabur.
Kedua memperkuat pengusaha Orang Asli Papua (OAP) dengan cara pemberian modal melalui pelatihan.
Ketiga, menyelenggarakan pelatihan teknik pemasaran, teknik promosi produk kacang merah sebagai komoditi unggulan dari Mare.
Terakhir mendata penganguran dan buat transmigrasi lokal di Kampung Ayso belakang Kampung Ainot.
"Kami berharap program yang sudah diusulkan ini mendapat persetujuan dan perhatian pemerintah. Saat ini kita ada penanganan isu nasional satu di antaranya kemiskinan ekstrem yang mana Maybrat ada di urutan kedua se-Papua Barat Daya," ujar Samuel Bless kepada TribunSorong.com, Jumat (5/5/2023).
Program-program yang diusulkan, lanjutnya, sebagai upaya mengurangi angka kemiskinan ekstrem tersebut.
Baca juga: Inilah Sejarah Terbentuknya Kabupaten Maybrat Papua Barat Daya
Menurut Samuel Bless, ada produk dari Maybrat berupa obat gosok Sriwagi.
Produk tersebut sudah dipromosikan saat event Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali beberapa waktu lalu.
"Sriwagi harus menjadi produksi masif dan berkelanjutan," ucap Samuel Bless. (tribunsorong.com/desianus watho)